Geledah Ruang Kerja Hakim Sudrajad Dimyati di MA, KPK Sita Data Pengeluaran Uang

Geledah Ruang Kerja Hakim Sudrajad Dimyati di MA, KPK Sita Data Pengeluaran Uang
KPK Tahan Hakim Agung, Sudrajad Dimyati. ©2022 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
NEWS | 28 September 2022 18:07 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti berupa data pengeluaran uang hingga dokumen perkara dari penggeledahan pada empat lokasi berbeda dilakukan pada Selasa (27/9).

Penggeledahan itu dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang menjerat Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan sebagai tersangka.

"Dari hasil penggeledahan dimaksud, tim penyidik KPK menemukan data dan dokumen pengeluaran uang, dokumen terkait perkara, dan juga barang bukti elektronik," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (28/9).

Adapun empat lokasi berbeda tersebut berada di Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta. "Tempat yang dilakukan penggeledahan dimaksud, antara lain rumah dan kantor tersangka dan pihak terkait perkara," ujar dia.

Dia mengatakan tim penyidik segera menganalisis dan menyita hasil penggeledahan sebagai barang bukti dalam kasus suap tersebut.

2 dari 2 halaman

10 Tersangka

KPK secara keseluruhan telah menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA tersebut, yakni sebagai penerima adalah Sudrajad Dimyati (SD), Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua PNS MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Sementara sebagai pemberi adalah Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno masing-masing selaku pengacara, serta dua pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan bahwa mulanya ada laporan pidana dan gugatan perdata terkait aktivitas Koperasi Simpan Pinjam Intidana di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan HT dan IDKS dengan diwakili melalui kuasa hukumnya, yakni YP dan ES.

Saat proses persidangan di tingkat pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, HT dan ES belum puas dengan keputusan pada dua lingkup pengadilan tersebut sehingga melanjutkan upaya hukum berikutnya ke tingkat kasasi pada MA.

Pada tahun 2022, dilakukan pengajuan kasasi oleh HT dan IDKS dengan masih memercayakan YP dan ES sebagai kuasa hukumnya.

Dalam pengurusan kasasi tersebut, KPK menduga YP dan ES bertemu dan berkomunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan MA yang dinilai mampu menjadi penghubung hingga fasilitator dengan majelis hakim yang nantinya bisa mengondisikan putusan sesuai keinginan YP dan ES.

Adapun pegawai yang bersedia dan bersepakat dengan YP dan ES adalah DY dengan adanya pemberian sejumlah uang. Selanjutnya, DY turut mengajak MH dan ETP untuk ikut serta menjadi penghubung penyerahan uang ke majelis hakim.

KPK juga menduga DY dan kawan-kawan sebagai representasi dari SD dan beberapa pihak di MA untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara di MA.

Sementara mengenai sumber dana yang diberikan YP dan ES kepada majelis hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES kepada DY sejumlah 202 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2,2 miliar.

Selanjutnya uang tersebut oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima Rp250 juta, MH Rp850 juta, ETP Rp100 juta, dan SD kebagian Rp800 juta yang penerimaannya melalui ETP.

Dengan adanya penyerahan uang tersebut, putusan yang diharapkan YP dan ES pastinya dikabulkan dengan menguatkan putusan kasasi sebelumnya yang menyatakan Koperasi Simpan Pinjam Intidana pailit. Saat tim KPK melakukan tangkap tangan, dari DY ditemukan dan diamankan uang sejumlah 205 ribu dolar Singapura dan adanya penyerahan uang dari AB sebesar Rp50 juta.

Baca juga:
KPK Siapkan Langkah Preventif agar Korupsi Hakim Agung MA Tidak Terulang
Kasus Suap Hakim Agung, Mahfud MD: Industri Hukum di Indonesia Gila-Gilaan
Mahfud MD: Jokowi Kecewa Upaya Pemberantasan Korupsi Kerap Kali Gembos di MA
Kasus Hakim Agung Sudrajad, MA Diminta Rotasi Pegawai untuk Putus Mata Rantai Suap
Hakim Agung Sudrajad Tersangka Suap, Jokowi Perintahkan Reformasi Hukum
KY Siap Serahkan Data Jika Ditemukan Dugaan Korupsi Lain di MA kepada KPK
Badan Pengawas MA Periksa Atasan Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini