Geledah Rumah Terduga Teroris di Tambun, Ini Daftar Barang Ditemukan Polisi

PERISTIWA | 13 Oktober 2019 17:35 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Tambun, Bekasi. Rumah tersebut diketahui merupakan tempat tinggal Noval Agus Safroni yang ditangkap tanpa perlawanan di Lampung, pagi ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan terkait penggeledahan tempat tinggal Noval. Saat itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti buku panduan jihad, satu kardus berkas data Khilafatul Muslimin.

"Ada buku Khilafatul Muslimin, 1 buku dilema PKS, 1 buku Al-khilafah, 8 Dabiq Buku ISIS, 2 buah gunting, 2 kabel jek sound, 1 plastik paku payung serta paku baja, 1 lakban plastik warna bening, 1 KK atas nama Noval," kata Argo saat dikonfirmasi, Minggu (13/10).

"1 Buku tiada khilafah tanpa tauhid dan jihad, 1 plastik kecil warna putih, data Khilafatul Muslimin dan 1 logo bordir Khilafatul Muslimin," sambungnya.

Bukan hanya itu saja, fakta lain dari hasil penggeledahan tersebut. Noval diketahui merupakan seorang ustaz dari Khilafatul Muslimin.

"Dia (Noval) juga terlibat berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee, pernah membahas tentang Khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee," ujarnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam di daerah Pandeglang, Banten pada Kamis, 10 Oktober 2019. Akibat penyerangan itu Wiranto mengalami dua luka tusuk di bagian perut sebelah kiri.

Wiranto menjadi korban penyerangan dua teroris. Mereka adalah Syahrial Alamsyah (SA) alias Abu Rara dan Fitri Andriana (FA). SA sendiri disebut bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Polisi menyebut, terduga teroris yang menyerang Menko Polhukam Wiranto, SA alias Abu Rara kesal Amir JAD Bekasi Abu Zee Ghurobah ditangkap. Abu Rara pun berkomitmen melakukan amaliyah.

Densus 88 Antiteror menangkap Abu Zee Ghurobah bersama delapan anggotanya pada 23 September 2019.

Hal itulah yang membuat SA menyerang Wiranto. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Abu Rara merasa takut dan tertekan setelah mendengar Abu Zee tertangkap.

"Kalau tertangkap, maka saya khawatir akan tertangkap," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (11/10) menirukan Abu Rara.

Baca juga:
Terduga Teroris yang Rumahnya Digeledah di Bekasi Jaringan Abu Rara
Densus 88 Antiteror Menggeledah Rumah di Tambun Bekasi
Sebelum Ditangkap Densus, Terduga Teroris di Bali Pamit Pulang Kampung
2 Anggota JAD Ditangkap di Bali, Dekat dengan Penusuk Wiranto
Anggota JAD Ditangkap di Bali, Dinas Pariwisata Tegaskan Pulau Dewata Aman

(mdk/did)