Gempa di Lombok Timur Akibat Aktivitas Sesar Lokal Gunung Rinjani

PERISTIWA | 17 Maret 2019 17:15 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang berpusat di Lombok Timur, NTB dengan magnitudo 5,8 yang dimutakhirkan menjadi 5,4 pada Minggu, disebabkan aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Gempa terjadi sekitar pukul 14.07 WIB.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (17/3).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 kilometer arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 kilometer.

Dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa bumi susulan dengan M=5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal," kata dia.

Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Lombok Utara IV MMI, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa III-IV MMI; Karangasem III-IV MMI, Denpasar III MMI, dan Kuta III MMI.

Hingga pukul 16.30 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 13 kali gempa bumi susulan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan data sementara terdapat empat warga di Kabupaten Lombok Timur mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

Sebanyak dua orang meninggal dunia terkena longsoran gempa air terjun Tiu Kelep di Desa Senaru, Lombok Utara.

Baca juga:
Dituntut Jaksa 8 Tahun, Terdakwa Korupsi Dana Gempa Lombok Divonis Hakim 2 Tahun
Gebrakan Letjen TNI Doni Monardo Setelah Menjabat Kepala BNPB
Polisi Temukan Ladang Ganja yang Tumbuh Subur di Lokasi Terdampak Gempa Lombok
Suzuki Berikan Servis Gratis 328 Mobil di Lombok dan Sekitarnya
Menteri PUPR Tunggu Gubernur Sulawesi Tengah Beri Peta Zona Rawan Bencana Palu
1.500 Tentara Digerakkan Percepat Rekonstruksi Rumah di NTB
Usai Gempa Lombok, Wisatawan Mancanegara Menuju Senaru Berkurang

(mdk/gil)