Gempa Guncang Cilacap Hingga Bantul, Tak Berpotensi Tsunami

PERISTIWA | 14 Oktober 2019 19:48 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan gempa bumi di Tenggara Kota Cilacap, Jawa Tengah dengan magnitudo 5.0 yang terjadi pada Senin pukul 18.33 WIB tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta Agus Riyanto melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (14/10).

Agus menyebutkan gempa yang berlokasi di 8.45 lintang selatan (LS) dan 109.28 bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 79 km arah Tenggara Kota Cilacap, Jawa Tengah, itu memiliki kedalaman 75 km.

Gempa II MMI itu dirasakan di Bantul, Kulonprogo, Kota Yogyakarta, Purworejo, Cilacap dan Kebumen. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," kata dia.

Ia menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi itu merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghunjam di bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," kata Agus.*

Gempa di Bantul Yogyakarta, BMKG mencatat gempa yang terjadi pukul 16.31 WIB tersebut bermagnitudo 2,8 SR.

"Lokasi gempa 8.23 Lintang Selatan,110.25 Bujur Timur (38 km BaratDaya BANTUL-DIY). Kedalaman gempa 10 Km," demikian BMKG.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT