Gempa NTB, 60 mahasiswa UNS yang sedang KKN alami trauma berat

PERISTIWA | 7 Agustus 2018 14:55 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Puluhan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok akhirnya dipulangkan ke Solo. Ada 60 mahasiswa yang sejak 10 Juli lalu mengikuti KKN di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mereka tersebar di tiga desa, yakni Desa Gumantar dan Desa Malaka di Lombok Utara serta Desa Sembalun, Lombok Timur

Keenam puluh mahasiswa tersebut dipastikan selamat dan tanpa mengalami luka sedikitpun. Namun akibat merasakan gempa yang terus menerus dalam sepekan terakhir, mereka mengalami trauma berat.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS di Lombok, Satutik R. Menurutnya, para mahasiswa semuanya selamat, meskipun, saat kejadian beberapa posko yang ditempati oleh para mahasiswa mengalami kerusakan parah.

"Dari 60 mahasiswa semuanya selamat, Alhamdulillah, tidak ada yang luka atau menjadi korban," ujar Satutik, Selasa (7/8).

Satutik mengemukakan, hingga saat ini dirinya terus berkomunikasi dengan para mahasiswa untuk memastikan kondisi mereka. Kendati demikian, yang perlu dikhawatirkan, lanjut Satutik, para mahasiswa mengalami trauma yang cukup parah.

"Mereka ini mengalami trauma yang parah, karena selama sekitar satu minggu gempa terus terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB)," jelasnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi penyebab para mahasiswa mengalami ketakutan dan trauma. Apalagi, saat ini sudah tidak ada tempat yang bisa digunakan sebagai posko mahasiswa. Bahkan lapangan pun telah digunakan untuk pengungsian.

Dengan pertimbangan keamanan para mahasiswa tersebut, IKA berinisiatif untuk memulangkannya ke Solo. Untuk pemulangan para mahasiswa menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU melalui Lanud Rembiga Lombok.

"Subuh tadi saya sudah hubungi mereka, katanya sudah sampah di Madiun," ujar dia.

Baca juga:
Bantu korban gempa Lombok, siswa di Medan galang bantuan
Pencarian korban gempa Lombok yang tertimpa reruntuhan masjid
Korban meninggal dunia gempa NTB jadi 105 orang
Wiranto: 7.000 wisman sudah dievakuasi dari wisata Gili
Air PDAM keruh akibat gempa, warga Mataram manfaat air sungai dan sumur
Menko Luhut yakin dampak gempa tak berlangsung lama pada pariwisata Lombok

(mdk/rzk)