Genjot kunjungan ke Museum, Disbudpar Aceh gelar pameran temporer

PERISTIWA | 12 Oktober 2017 13:25 Reporter : Afif

Merdeka.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar pameran temporer dalam rangka memperingati hari Museum Indonesia. Pada peringatan kali ini diambil tema 'Pameran Temporer Aroma Memikat dari Dapur Aceh'.

Peringatan hari Museum Indonesia jatuh setiap tanggal 12 Oktober setiap tahun. Pada peringatan kali ini, Pemerintah Aceh menggelar sejumlah kegiatan yang dipusatkan di Museum Aceh, memamerkan sejumlah rempah-rempah masakan tradisional Aceh.

Kepala Disbudpar Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, selama ini kunjungan wisatawan lokal masih minim datang ke Museum Aceh. Padahal, di Museum Aceh memiliki banyak ilmu pengetahuan.

Museum Aceh memiliki 6658 koleksi berbagai macam khasanah budaya Aceh, termasuk manuskrip. Benda yang ada di Museum Aceh terbagi dalam geologi, biologi, etnografi, arkeologi, historical, numsmatical, filological, keramik, seni rupa, dan teknologi.

"Pengunjung di sini (Museum) sangat minim, makanya kita buat peringatan hari Museum Indonesia dengan cara seperti ini, kita harap bisa menumbuhkan minat berkunjung ke Museum," kata Reza Fahlevi di Banda Aceh, Kamis (12/10).

Pada kegiatan ini, lanjut dia, ada sejumlah kegiatan yang berlangsung sejak 12-18 Oktober 2017. Ada bazar makanan, pemilihan rakan museum, lomba pengetahuan sejarah dan sejumlah perlombaan lainnya.

Reza menambahkan, peringatan hari Museum Indonesia kali ini lebih banyak menampilkan beragam menu masakan khas Aceh. Sebagaimana diketahui, Aceh dikenal dengan beragam kuliner dan rempah-rempahnya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, dipamerkan sejumlah rempah-rempah khas Aceh. Baik itu lada, cabai, tomat Aceh dan beragam rempah-rempah lainnya. Semua rempah-rempah tersebut bumbu masak makanan khas Aceh tempo dulu.

"Ini sengaja kita masak kuah beulangong (masakan daging tradisional Aceh), sudah mulai tercium aromanya, makanya kita hendak memperkenalkan masakan khas Aceh," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Pesantren) Aceh, Bustami Usman mewakili Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengatakan, era sekarang banyak anak muda sudah tidak mengetahui lagi makanan khas Aceh.

"Sekarang banyak anak muda sudah tidak mengetahui lagi makanan khas Aceh, dengan ada acara ini bisa memperkenalkan kembali masakan khas Aceh yang banyak rempah-rempahnya," tegasnya.

Oleh karena itu, sebut Bustami, Disbudpar Aceh sudah sangat tepat menggelar peringatan hari Museum Indonesia dengan memamerkan masakan khas Aceh. Agar semua orang Aceh bisa dekat kembali dengan khasanah kuliner tradisional Serambi Mekkah.

"Museum Aceh sangat tepat mendekatkan kembali kuliner Aceh," ujarnya. (mdk/rzk)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.