Gerah Lihat Jalan Rusak, Pemuda Asal Pandeglang Bikin Lagu 'Bu Irna Kamana Bae'

PERISTIWA | 24 Januari 2020 16:25 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Seorang pemuda mengkritik Bupati Pandeglang Irna Narulita dengan menciptakan lagu dan diunggah ke jejaring sosial YouTube. Pemuda tersebut bernama Anton daeng Harahap. Lagu berjudul Bu Irna Kamana Bae itu pun menjadi viral.

Hingga berita ini tayang, video tersebut telah ditonton sebanyak 3.700 dalam kurun waktu tiga hari, mulai tanggal 20 sampai 24 Januari 2020.

Isi lagu tersebut menceritakan seorang warga yang menanyakan keberadaan Bupati, karena jalan di kampung halamannya rusak. Lagu berbahasa Sunda dan aransemen musik hanya menggunakan gitar ini, menjadi perbincangan di Pandeglang dan sekitarnya.

Anton Daeng Harahap juga merupakan YouTebers Banten mengatakan, lagu tersebut dibuat karena dia menginginkan pembangunan di Pandeglang berjalan baik.

"Setiap pulang kampung mendengar keluhan kawan dan keluarga, karena kondisi jalan yang rusak. Saya mau demo enggak bisa, jadi saya ciptakan lagu. Enggak disangka juga ini jadi rame," ujarnya.

Anton mengungkapkan ia membuat lagu dan video klip yang diunggahnya ke YouTube tersebut hanya mengeluarkan uang Rp100.000, yang digunakan untuk membayar kameramen.

"Biaya untuk bikin itu (lagu dan video), karena lagu saya sendiri, saya cuma keluar uang seratus ribu untuk beli rokok kameramen," ungkapnya.

Anton berharap dari lagu tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melihat dan dapat melakukan perbaikan. "Ke depannya saya akan terus membuat lagu seperti ini," ujarnya.

Anton diketahui merupakan pemuda asal Kampung Pasir Koer, Desa Kubang Kondang, Kecamatan Cisata Pandeglang Cisata Pandeglang.

"Itu semuanya masih di sana, ibu saya, kakak-kakak saya masih di sana. Saya lahir dan besar di sana, umur lima belas tahun barulah saya merantau," ungkapnya.

Sementara itu, Sirojul Umam seorang Mahasiswa asal Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang mengatakan dia mengapresiasi lagu yang diciptakan oleh Anton. Umam menilai yang dilakukan Anton merupakan kritikan kepada pemerintah dengan cara kreatif.

"Saya sebagai pemuda asal Pandeglang sangat mengapresiasi apa yang dilakukannya (Anton). Lagunya enak didengar. Itu mengkritik dengan cara yang kreatif tanpa harus turun ke jalan melakukan demo. Harus menjadi contoh," ujarnya.

(mdk/cob)

Baca juga:
Kronologi Lengkap Nenek Diteriaki Maling Lalu Dihajar, Begini Keterangan Saksi
PSI: RW Pembuat Aturan Warga Pribumi dan Nonpribumi di Surabaya Sudah Minta Maaf
Periksa 8 Orang, Polisi Dalami Dugaan Unsur Pidana Terkait Sunda Empire
Potret Miris Seorang Nenek Ditendang & Diseret di Pasar karena Diduga Mencuri
Penyelidikan Awal, Polisi Sebut Sunda Empire-Earth Empire Sebatas Organisasi
Polisi Telusuri Keberadaan Kerajaan Sunda Empire-Earth Empire di Jabar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.