Gerbong Kereta Api di Madiun Bakal Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Gerbong Kereta Api di Madiun Bakal Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Gerbong kereta api di Madiun untuk tempat isolasi pasien Covid-19. ©Istimewa
PERISTIWA | 21 Januari 2021 23:32 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Ruang isolasi untuk para pasien Covid-19 di Kota Madiun nyaris penuh. Untuk menampung para pasien yang masih terus berdatangan, Pemkot Madiun bekerja sama dengan PT INKA mempersiapkan gerbong-gerbong kereta api untuk digunakan sebagai ruang isolasi.

"Hari ini Jawa Timur bagian barat, Madiun dan sekitarnya diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Salah satu kriterianya karena ruang isolasi penuh. Saya berterima kasih sekali kepada PT INKA yang menyiapkan gerbong-gerbong kereta untuk ruang isolasi. Insya Allah akan kita pinjam untuk Kota Madiun dan sekitarnya," kata wali kota Madiun, Maidi, usai meninjau Emergency Medical Train (EMT) di PT INKA.

gerbong kereta api di madiun untuk tempat isolasi pasien covid 19
©Istimewa

Setidaknya terdapat tiga trainset dengan total 24 gerbong. Rinciannya 18 gerbong untuk pasien dan enam gerbong untuk tenaga medis dan kesehatan. Kereta medis darurat tersebut dapat menampung 252 pasien dan 72 medis.

Selain itu kereta juga dilengkapi fasilitas kesehatan. Mulai lemari penyimpanan obat, lemari pendingin, alat bantu pernafasan lengkap dengan oksigennya, dan lain sebagainya.

"Alatnya lengkap semua dan memang didesain untuk itu (urusan medis). Ini terus kita koordinasikan termasuk untuk tenaga medisnya. Semoga dalam minggu-minggu ini sudah bisa digunakan," terangnya.

Kendati begitu, Wali Kota Maidi berharap kereta medis darurat itu tidak sampai digunakan. Artinya, sudah tidak ada lagi penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Madiun. Kalaupun digunakan tidak semua rangkaian gerbongnya. Hal itu, tak akan maksimal tanpa peran masyarakat akan disiplin protokol kesehatan.

"Kalau warga tidak patuh dan kasus terus bertambah sedang ruang isolasi penuh, apa tidak kasihan. Pemerintah memang berkewajiban menyiapkan dan ini sedang kita upayakan. Tetapi masyarakat juga harus patuh. Jangan maunya sendiri," tegasnya.

Kondisi semakin sulit dengan keterbatasan tenaga medis. Sudah banyak medis terpapar dan harus isolasi. Bahkan tak sedikit juga yang meninggal. Artinya, tenaga medis berkurang namun pasien yang ditangani terus bertambah.

Wali kota berharap masyarakat turut peduli. Paling tidak peduli menjaga diri sendiri dan keluarga agar tidak tertular. Tidak menambah beban pekerjaan tenaga medis.

"Kalau masyarakat acuh, kasus semakin banyak sedang SDM dan sarananya terbatas. Artinya, penanganan tak akan berjalan maksimal. Sekali lagi, ini tanggung jawab kita bersama. Paling tidak jaga diri sendiri dan keluarga agar tidak sampai tertular. Caranya, ya dengan disiplin protokol kesehatan," pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Keterpakaian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Paling Tinggi se-Pulau Jawa
Anies Baswedan Didesak Buka Lahan Makam yang Telah Dibeli Pemprov DKI
Cerita Dahlan Iskan Sulitnya Mengidap Covid-19 dengan Penyakit Bawaan
Cerita Dahlan Iskan soal Ribetnya Warga China Jika Ingin Keluar Negeri Usai Pandemi
Dahlan Iskan Geram Masih Ada Orang yang Tolak Vaksinasi Covid-19
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 8 Februari

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami