Gerindra Minta Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Ditindak Meski Mendukung Prabowo

PERISTIWA | 11 Januari 2019 20:37 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria meminta penegak hukum menindak guru berinisial MIK yang diduga ikut menyebarkan hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Menurutnya, setiap warga negara yang melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan tindakannya.

MIK ditangkap polisi pada 6 Januari lalu. Kepada polisi, dia mengaku sebagai pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tapi apapun pilihannya, kalau bersalah ya harus dihukum. Jangan kalau dia berbuat salah tapi mendukung 01, lalu 01 yang disalahkan. Juga jangan kalau ada yang dukung 02 dan salah, lalu 02 yang disalahkan," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1).

Juru debat Prabowo-Sandi ini juga akan menyerahkan permasalah hoaks ini ke polisi. Dia berharap polisi tak tebang pilih mengusut kasus ini mengingat MIK disebut pendukung Prabowo-Sandi.

"Jangan sampai nanti kalau ini pendukung oposisi diproses cepat. Tapi kalau bagian dari penguasa diprosesnya lambat. Jangan sampai dilihat seperti itu," ucapnya.

Diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan terhadap pelaku kasus tindak pidana di bidang ITE yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) atau menyiarkan atau mengeluarkan pemberitahuan bohong.

"Inisial MIK berusia 38, yang bersangkutan seorang guru," katanya di Kantor Polda Metro Jaya, Jumat (11/1).

Baca juga:
Ditangkap, Guru Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Tutupi Muka
Seorang Guru Diamankan Usai Sebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos
Mahfud MD Sebut Hoaks Surat Suara Tercoblos Membahayakan Bangsa
Soal Tersangka Hoaks Surat Suara, Timses Tegaskan Tak Ada Kornas Prabowo-Sandi

(mdk/ray)