Gerindra: Pemerintah Tidak Boleh Lelah Imbau Masyarakat Taati Prokes

Gerindra: Pemerintah Tidak Boleh Lelah Imbau Masyarakat Taati Prokes
ahmad muzani. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti
NEWS | 15 Juni 2021 19:08 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belakangan cukup signifikan. Bahkan varian virus corona dari India pun telah mewabah di Kudus, Jawa Tengah. Dengan meningkatnya kasus tersebut, pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diperpanjang yakni mulai Selasa 15 Juni hingga 28 Juni 2021.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 itu disebabkan menurunnya tingkat kesadaran masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Menurutnya, menurunnya kesadaran masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan itu karena adanya rasa jenuh yang berkepanjangan. Namun demikian, Muzani meminta semua pihak untuk kembali menaati protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari.

"Kita sadar masa pandemi ini membuat kita jenuh. Memakai masker setiap hari, tidak boleh berkerumun, semua aktivitas dibatasi dengan alasan protokol kesehatan, yang pada akhirnya membuat kita jenuh," katanya dalam keterangannya, Selasa (15/6).

"Meski demikian, kita harus sadar bahwa keselamatan kita semua dijamin oleh kedisiplinan menaati protokol kesehatan. Jadi saya imbau semua pihak mulai dari tingkat pusat, daerah, desa-desa, RT RW hingga tingkat keluarga untuk kembali sadar bahwa betapa pentingnya menaati prokes," imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Di sisi lain,Muzani mengungkapkan, peningkatan jumlah positif Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia juga disebabkan melemahnya kontrol dari pemerintah pusat. Guna meningkatkan kontrol itu, maka pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi agar bisa menekan angka penularan di daerah masing-masing.

"Dengan sinergisitas itu maka diharapkan penularan Covid bisa kita tekan. Misalnya dengan mendirikan kembali pos-pos satgas Covid di perbatasan antar provinsi, kota dan kabupaten. Termasuk pengawasan protokol kesehatan yang ketat di pusat-pusat keramaian seperti di pasar tradisional, di mal-mal, di perkantoran, dan juga di tempat-tempat wisata," jelasnya.

Muzani juga menyampaikan pemerintah tidak boleh lelah sedikitpun untuk terus mengingatkan kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Termasuk meningkatkan vaksinasi Covid kepada masyarakat di seluruh daerah di Indonesia, terutama di daerah zona merah Covid-19. Sebagai upaya menekan penularan di daerah tersebut.

"Selain menaati protokol kesehatan, upaya meningkatkan jumlah vaksinasi juga penting dilakukan kepada masyarakat guna menekan angka penularan virus," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah meningkat secara signifikan yakni mencapai tujuh ribu orang dalam sehari. Secara keseluruhan, jumlah terkonfirmasi positif Covid di Indonesia telah mencapai 1,9 juta. Pada perpanjangan PPKM Mikro tahap sepuluh ini, daerah dengan status zona merah Covid-19 harus menyelenggarakan kegiatan bekerja dari rumah (WFH) hingga 75 persen. (mdk/fik)

Baca juga:
Analisis Penyebab Lonjakan Dahsyat Covid-19 di Indonesia
Rusun Nagrak Cilincing Bersiap untuk Isolasi Pasien Covid-19
275 Narapidana dan Petugas Lapas Narkotika Yogyakarta Tertular Covid-19
Strategi Satgas Penanganan Covid-19 Kendalikan Lonjakan Kasus
Wali Kota: Kepatuhan Warga pada Protokol Kesehatan di Semarang Turun
Tes Swab Acak di Pusat Perbelanjaan Kudus Ditemukan Dua Orang Positif Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami