Geronimo, kisah gigihnya pejuang Apache terakhir melawan AS

Geronimo, kisah gigihnya pejuang Apache terakhir melawan AS
PERISTIWA | 4 September 2015 07:15 Reporter : Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Ratusan tahun nama itu jadi legenda perlawanan dan keberanian. Geronimo!

Dia adalah pejuang Apache terakhir yang melawan tentara Meksiko dan Amerika Serikat. Geronimo bukan penjahat, dia hanya seorang Indian yang ingin kembali ke tanah kelahirannya.

Pejuang Apache ini tak mau tinggal di kawasan reservasi yang disediakan oleh pemerintah AS. Tapi pantaskah kaum pendatang tiba-tiba memaksa penduduk asli minggir dan tinggal di tempat yang mereka tunjuk?

Maka di mata AS dia adalah pembangkang kelas wahid dan orang Indian paling bikin susah sepanjang sejarah.

Tentara Meksiko membantai ibu, istri dan ketiga anaknya yang masih kecil. Geronimo dan para pejuangnya membalas dengan memerangi tentara Meksiko. Gubernur Sonora menyebut selama pemberontakan, Geronimo bersama 16 pasukannya sudah menghabisi 600-700 tentara Meksiko.

"Saya tak pernah menghitung korban, tapi memang saya tak punya belas kasihan pada Tentara Meksiko," kata dia dalam buku My Life: The Autobiography of Geronimo yang ditulis tahun 1905.

Karena melanggar wilayah AS, tentara negeri Paman Sam juga ikut memerangi Geronimo. Prajurit Indian ini berkisah secara bersamaan tentara Meksiko dan AS bergabung untuk mengepungnya di bawah bukit. Geronimo sudah menjadi musuh dua negara.

geronimo

Legenda yang beredar di kalangan tentara AS adalah kekuatan gaib Geronimo. Mereka bercerita saat itu Geronimo terkepung dalam sebuah gua. Tentara AS menutup jalan keluar satu-satunya, namun ternyata Geronimo masih bisa lolos entah dari mana.

Perlawanan Geronimo terus berlanjut. Tak kurang dari 5.000 tentara AS dikerahkan untuk memburunya. Gerakan Geronimo terus dipersempit hingga akhirnya dia nyaris tak bisa bergerak.

4 September 1886 secara resmi Geronimo mengakhiri perlawanannya dan memenuhi seruan tentara AS untuk kembali untuk selamanya ke kawasan reservasi.

Seorang jenderal AS bertanya kenapa dulu Geronimo meninggalkan reservasi. Jawaban Geronimo sederhana.

"Saya menanam jagung dan gandum, tapi baru saja akan panen, anda mau memasukkan saya ke penjara. Anda mengancam akan membunuh saya jika menolak. Jika anda membiarkan saya sendiri, saya tak akan mengganggu, tapi anda malah memburu saya dengan tentara," kata dia.

Geronimo dipindahkan berkali-kali sebelum akhirnya ditaruh di Oklahoma. Di sini dia menghabiskan masa tuanya. Geronimo meninggal karena pneumonia tanggal 17 Februari 1909.

Kata-kata terakhir indian tua ini masih penuh semangat. "Saya tak akan menyerah, saya akan berjuang sampai orang terakhir yang hidup."

Kelak, untuk menghormati keberaniannya, nama Geronimo diambil untuk Resimen Pasukan Lintas Udara ke-501 US Army. (mdk/ian)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami