Gibran Larang Pedagang Bermobil dari Luar Solo Berjualan Meski Bawa Surat Hasil Swab

Gibran Larang Pedagang Bermobil dari Luar Solo Berjualan Meski Bawa Surat Hasil Swab
Tak Mau Kasus Malioboro Terjadi di Solo, Gibran Ancam Tutup Warung yang Mainkan Harga. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 14 Juni 2021 19:12 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melarang para pedagang bermobil dari luar kota berjualan Kota Bengawan. Larangan tersebut sebagai imbas ditemukannya 5 pedagang konveksi bermobil asal Jepara di Pasar Cinderamata yang terkonfirmasi Covid-19.

“Sudah saya tegaskan di SE (sirat edaran) terbaru tadi. Khusus untuk alun-alun tidak boleh sama sekali,” ujar Gibran, saat ditemui wartawan di balai kota, Senin (14/6).

“Bawa swab, bawa antigen tetap tidak boleh. Mohon maaf, soalnya mereka kemarin sudah kena 5 itu dari, mohon maaf, Jepara,” tandasnya.

Menurut Gibran, lokasi Pasar Cinderamata yang kebanyakan berhubungan dengan pedagan Pasar Klewer memang dilarang untuk pedagang bermobil. Mereka sebagian besar merupakan pedagan batik atau kain asal luar kota. Seperti Jepara, Pekalongan dan lainnya.

“Kedepan tidak boleh. Ini memang sebenarnya kalau tidak Covid pun tidak boleh. Mereka bolehnya cuma ngedrop barang, bukan berjualan,” katanya.

Untuk mengantisipasi pedagang yang ngeyel, pihaknya telah memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penertiban. Mereka akan didukung oleh petugas dari TNI dan Kepolisian.

Gibran menambahkan, keberadaan pedagang bermobil selama ini banyak dikeluhkan oleh pedagang yang berjualan di dalam Pasar Cibderamata dan termasuk Pasar Klewer.

"Mereka agak ngeyel, jadwal mereka kan Senin dan Kamis. Mulai Senin ini tidak kami bolehkan sampai waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, penularan Covid-19 mulai merambah para pedagang di Alun-alun Utara Keraton Surakarta. Berdasarkan hasil tes swab antigen yang dilakukan secara acak terhadap 55 pedagang, 5 orang di antaranya dinyatakan positif. Kelimanya merupakan pedagang batik bermobil asal Kabupaten Jepara.

Ketua Pelaksana Harisn Satgas Covid-19 Kota Solo, Ahyani membenarkan kabar tersebut. Para pedagang tersebut berjualan di lokasi setiap hari Senin dan Kamis. Seperti diketahui Kabupaten Jepara masuk dalah satu kawasan zona merah Covid-19 di Jawa Tengah.

"Ada 5 orang yang positif setelah dilakukan swab antigen. Soko Jepara kabeh (dari Jepara semua). Daerah merah itu,” ujar Ahyani, Kamis (10/6). (mdk/gil)

Baca juga:
Puan Maharani dan Gibran Satu Mobil Keliling Solo
Puan Maharani Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah
Didampingi Menteri PUPR dan Gibran, Puan Maharani Tinjau Pembagunan Pasar Legi Solo
Menteri Basuki akan Bangun Jembatan Gantung di Atas Sungai Bengawan Solo
Menteri Basuki dan Gibran Tinjau Pembangunan Pintu Air Demangan
Piala Wali Kota Solo Berhadiah Rp1,1 M, Gibran Sebut Tak Membebani APBD

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami