Gibran Mengaku Banyak Terima Keluhan Warga Soal Parkir Liar

Gibran Mengaku Banyak Terima Keluhan Warga Soal Parkir Liar
Tak Mau Kasus Malioboro Terjadi di Solo, Gibran Ancam Tutup Warung yang Mainkan Harga. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 3 Juni 2021 12:28 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kasus mempermainkan tarif parkir yang terjadi di Malioboro Yogyakarta menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Agar tidak terjadi di Solo, Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka melakukan langkah-langkah strategis.

Para juru parkir di seluruh penjuru kota pun dikumpulkan untuk diberikan pembinaan. Apalagi selama ini banyak laporan yang masuk terkait maraknya juru parkir nakal.

"Mungkin nanti PR (pekerjaan rumah) ke depan adalah parkir liar dan pungutan-pungutan parkir yang tidak wajar. Saya tidak ingin ada oknum yang berbuat nakal dengan menaikkan tarif parkir seenaknya sendiri," kata Gibran di Solo, Kamis (3/6).

Menurut dia, para petugas parkir tekah dikumpulkan untuk dibina dan diberikan arahan agar tidak menaikkan tarif seenaknya. "Parkirnya aja ini mau kita tertibkan lagi. Padahal sudah pernah kiat kumpulkan semua," ujarnya.

Gibran mengaku sudah banyak mendapat laporan terkait praktik parkir liar yang dilakukan oleh sejumlah pihak. Parkir liar tersebut banyak ditemukan di kawasan wisata dan rumah makan di Kota Solo. Menurutnya, beberapa temuan sudah ditindaklanjuti.

"Tugas juru parkir itu tidak hanya meminta tarif parkir, tetapi juga harus sesuai dengan SOP yang ditetapkan," tandasnya.

Selain ada karcis, petugas parkir juga wajib mengenakan seragam. Demikian juga saat pelanggan datang atau pergi mereka harus ada di tempat.

"Helm dan motornya ya harus dijaga, jangan lepas tanggung jawab begitu saja. Kalau hujan atau panas ya ditutup, harus tanggung jawab lah, pokoknya win win solution," jelas Gibran.

Lebih lanjut, Gibran mengaku sering menerima keluhan warga terkait praktik parkir liar di toko modern dan kawasan ATM. Menurutnya, beberapa juru parkir tersebut sudah ditegur oleh dinas terkait.

"Ya sejauh ini keluhan paling banyak ya parkir di Indomaret, Alfamart, ATM atau tempat-tempat tertentu. Tarif parkirnya tidak wajar, langsung ditegur dari dinas-dinas terkait," jelas dia.

Gibran mengimbau masyarakat untuk ikut berperan memberantas parkir liar di Kota Solo. Ia mempersilakan warga untuk melapor jika menemukan juru parkir yang meminta tarif tak wajar.

"Silakan nanti kalau ada keluhan-keluhan langsung sampaikan ke saya. Ada harga-harga yang tidak wajar, tarif parkir yang tidak wajar silakan," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Dua Ormas Nyaris Bentrok di Cengkareng Gara-Gara Rebutan Lahan Parkir
Kolong Tol Becakayu Jadi Lahan Parkir Liar
Fakta Menggiurkan Parkir Liar Jadi Rebutan & Hasilkan Uang Jutaan Rupiah
Semrawut Parkir Liar di Pasar Jatinegara
Persija Vs Persib, Parkir Liar Menjamur di Senayan
Wali Kota Serang Minta Dishub Tertibkan Parkir Liar di Kawasan Religi Banten Lama

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami