Gibran-Teguh Berbaju Lurik Tuluh Watu Saat Deklarasi Damai, Ini Maknanya

Gibran-Teguh Berbaju Lurik Tuluh Watu Saat Deklarasi Damai, Ini Maknanya
PERISTIWA | 26 September 2020 20:34 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pasangan nomor urut 1 Pilkada Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa mengikuti Penandatanganan Pakta Integritas dan Deklarasi Kampanye Damai di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (26/9). Turut hadir juga pasangan nomor urut 2 Bagyo Wahyono-FX Supardjo.

Kedatangan putra sulung Presiden Joko Widodo dan pasangannya tersebut menjadi perhatian media dan undangan yang hadir di rapat pleno KPU Solo tersebut. Pasalnya, pasangan yang diusung PDIP itu mengenakan pakaian Jawa yang unik dan belum pernah dikenakan sebelumnya.

Dari atas Gibran-Teguh mengenakan setelan pakaian Jawa, yaitu iket (semacam blangkon) dengan motif batik Sidoluhur, baju beskap Lurik Tuluh Watu, jarik bermotif Ceplok Seling Kawung dan alas kaki atau sandal Trumpah Lulang Kebo (kulit kerbau). Sedangkan pakaian yang dikenakan ketua tim pemenangan Gibran-Teguh adalah Iket Gadung Melati, baju beskap Lurik Tuluh Watu serta jarik motif Wahyu Tumurun.

Anggota tim pemenangan Gibran-Teguh, Sukasno mengatakan penggunaan pakaian adat Jawa tersebut merupakan pesan dari Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. Menurut anggota Fraksi PDIP DPRD Solo itu,
semua pakaian yang dikenakan oleh Gibran maupun Teguh ada nilai filosofi yang dalam dan penuh makna.

"Ikat motif batik Sidoluhur itu di kandung makna, kalau mempunyai keinginan, cita-cita yang luhur itu harus selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar Sukasno.

Sedangkan baju beskab Lurik motif Tuluh Watu mempunyai arti natu yang bersinar kuat. Menurut dia, pada zamannya, pemakai baju lurik bermotif Tuluh Watu adalah orang yang sangat dihormati dan disegani, perkasa dan berwibawa.

"Kalau jarik bermotif Batik Ceplok seling Kawung, ini termasuk motif yang sangat tua. Zaman dulu motif ini dipakai oleh tokoh yang disegani, karena mampu menjaga keamanan dan keseimbangan di masyarakat. Pemakai motif Ceplok Seling Kawung adalah pribadi yang sangat kuat perkasa dan berwibawa," terangnya.

Sementara untuk sandal Trumpah Lulang Kebo, lanjut dia, memang kuat sekali untuk berjalan.

"Artinya Mas Gibran dan Pak Teguh akan melaksanakan tugas sesuai peraturan dan komitmen terhadap rakyat sangat kuatnya," katanya lagi. (mdk/cob)

Baca juga:
Berstatus Anak Presiden dan Bos Martabak, Ternyata Gibran Punya Utang Rp895 Juta
Gibran Cerita Punya Utang Rp895 Juta untuk Beli Rumah
Gibran-Teguh Siapkan Virtual Box untuk Blusukan Online
Gibran-Teguh dan Bajo Tandatangani Pakta Integritas dan Deklarasi Kampanye Damai
Harta Cawalkot Independen Solo Bagyo Wahono Rp 1,9 Miliar, Kalah dari Gibran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami