GO-Jek tak takut maraknya ojek online pendatang baru di Indonesia

PERISTIWA | 2 Oktober 2015 21:29 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Besarnya minat masyarakat akan ojek online nampaknya membuat sebagian pihak memanfaatkan situasi tersebut sebagai peluang usaha. Setelah GO-Jek sukses meraih perhatian masyarakat, kini beberapa ojek online pun bermunculan, seperti Grab Bike dan Blu-Jek.

Meski begitu, CEO Go-Jek, Nadiem Makarim tidak mempermasalahkan hal itu. Menurutnya, semakin tinggi persaingan dalam bisnis, bisa membuat GO-Jek terpacu menjadi lebih baik lagi.

"Selalu senang ada persaingan. Jangan cuma saya dan perusahaan asal Malaysia itu saja, makin banyak karya anak bangsa akan lebih baik," kata Nadiem dalam acara Indosat IDByte di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (2/10).

Namun, dia mengaku tetap menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi persaingan. Seperti melakukan evaluasi terhadap para pengemudi (driver) guna menciptakan kenyamanan pengguna. Yaitu dengan memberikan wewenang kepada pengguna GO-Jek untuk memilih driver terbaik.

"Itu tanggung jawab customer untuk selalu mereview driver. Jika ada yang mendapat di bawah empat bintang, maka akan ditendang keluar," terang Nadiem.

Selain itu, GO-Jek juga akan memperluas jangkauannya hingga ke luar Jabodetabek. Dalam waktu dekat, aplikasi ini akan diperluas di beberapa kota besar di Indonesia. Sayangnya, Nadiem enggan menyebutkan nama-nama kota tersebut.

"Pasti ada di luar Jawa, tahun ini," pungkasnya.

Baca juga:

CEO GO-Jek buat software cegah privasi pelanggan disalahgunakan

Tanpa modal kuat, bisnis kreatif seperti GO-JEK rawan dirampas asing

Bos Microsoft: GO-JEK Rp 10.000 laku, jika dicabut siapa yang mau?

Ini kuliah lengkap Bos Microsoft soal startup dan GO-JEK

Armada mangkal di trotoar, Pemprov DKI sebut bos GO-JEK ingkar janji

(mdk/hhw)