GP Ansor Minta Kapolri Pilih Kabareskrim yang Mampu Ungkap Kasus Novel Baswedan

PERISTIWA | 15 November 2019 21:41 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mendorong Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis segera melakukan terobosan dan konsolidasi di tubuh Polri. Langkah tersebut harus dilakukan sesuai dengan aspek profesionalitas dan tugas utama memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.

"Ansor meminta Polri tetap mengedepankan aspek profesionalitas yang orientasinya pelayanan masyarakat," jelas Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis PP GP Ansor Affan Rozi, Jumat (15/11).

Menurut Affan, dalam rangka melakukan tugas-tugas tersebut hendaknya Kapolri segera menunjuk figur untuk mengisi posisi Kabareskrim. Sebab, kursi Kabareskrim hingga saat ini kosong selepas Jenderal Polisi Idham Azis terpilih menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (purn) Tito Karnavian yang menjadi Mendagri.

1 dari 1 halaman

Posisi Kabareskrim Vital

Dia mengatakan, penunjukan segera Kabareskrim yang baru penting mengingat fungsi vitalnya dalam penyelidikan, penyidikan, serta pengumpulan informasi berkaitan dengan kasus-kasus yang terjadi.

Namun begitu, lanjutnya, pengisian struktur jabatan di Polri sepenuhnya menjadi wewenang Kapolri, tentu dengan mempertimbangkan azas profesionalitas, kapabilitas, dan kompetensi.

"Kabareskrim yang baru nantinya harus merupakan figur yang profesional. Dan yang terpenting, mampu menyelesaikan kasus Novel Baswedan sesuai arahan Presiden dan Kapolri," pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Jabatan Karier, Kabareskrim Disarankan Diisi Intern Kepolisian
Ini Kriteria Sosok Kabareskrim Baru Menurut Komnas HAM
Kabareskrim Baru Diharapkan Dapat Berkomunikasi Baik dengan Kalangan Agama
PBNU Harap Kabareskrim yang Baru Dekat dengan Kiai dan Mengayomi Umat
Eks Ajudan Jokowi Disebut Kandidat Kabareskrim, Ini Kata Polri
Jika Kabareskrim Diisi Pati Junior, Dikhawatirkan Terjadi 'Perang Bintang'