GrabBike jelaskan keterlambatan pembayaran 'cash out' pengemudi

PERISTIWA | 29 Agustus 2015 04:56 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Keterlambatan pembayaran 'cash out' yang diterima oleh pengemudi GrabBike belakangan ini salah satunya diklaim karena banyaknya animo masyarakat yang ingin mendaftar menjadi pengemudi. Hal ini dikatakan oleh Kiki Rizki, Country Head of Marketing GrabTaxi Indonesia.

Pernyataan Kiki ini terkait kedatangan puluhan pengemudi yang mendatangi kantor GrabBike di Jalan Bendungan Hilir Raya Nomor 134, Jakarta Pusat, pada Selasa (25/8). Kedatangan para pengemudi yang protes karena 'cash out' tak kunjung dibayar itu membuat antrean yang panjang dan berisiko.

Berikut klarifikasi dari pihak GrabBike yang menunda pembayaran para pengemudi GrabBike:

1. Masyarakat yang berminat untuk menjadi mitra pengendara GrabBike sangat tinggi, terutama setelah kegiatan rekrutmen di GBK Senayan beberapa waktu lalu. Total kami memperoleh sekitar 8.000 pendaftar baru untuk menjadi pengendara GrabBike.

2. Akibat pertumbuhan pesat jumlah pengendara GrabBike, pada hari Selasa, 25 Agustus 2015 lalu terjadi penumpukan jumlah insentif tunai yang sangat besar sehingga membutuhkan antrean yang panjang dan beresiko membuat jalan di depan kantor menjadi padat.

3. Untuk itu pihak GrabTaxi Indonesia kemudian mencari tempat terdekat yang luas yang dapat disewa untuk mempermudah proses pengambilan insentif tunai. Para pengendara diberi nomor antre untuk mengurai antrean, karena yang belum mendapat nomor antrean harus bersabar untuk datang lagi keesokan harinya mengambil nomor antrean.

4. Sebenarnya para pengendara GrabBike otomatis akan dibuatkan rekening di Bank CIMB Niaga, namun memerlukan waktu 2 minggu untuk menjadi aktif dan terintegrasi dengan sistem kami, sehingga bagi pengendara baru yang rekeningnya belum aktif perlu mengambilnya secara tunai.

(mdk/ren)