Gubernur Banten Jelaskan Penurunan Kasus Covid-19 hingga Gelombang PHK Besar-Besaran

Gubernur Banten Jelaskan Penurunan Kasus Covid-19 hingga Gelombang PHK Besar-Besaran
PERISTIWA » MAKASSAR | 10 Juli 2020 04:00 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Gubernur Banten Wahidin Halim mengklaim tren penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Banten, terus menurun. Saat ini, tercatat 261 kasus Covid-19 tercatat di wilayah Banten. Jumlah tersebut, membuat Provinsi Banten, terpental dari posisi 10 besar provinsi dengan penyebaran Covid-19 tertinggi.

Padahal, pada pekan sebelumnya, Provinsi Banten, masuk dalam 10 besar Provinsi dengan penyebaran Covid-19 tertinggi.

Berdasarkan data Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 nasional, wilayah Provinsi Banten, telah masuk dalam zona kuning. Dengan angka kasus rata-rata per hari, pada kisaran angka 101-500 kasus.

"Saya menyambut baik hal ini, karena semua adalah upaya kerja keras seluruh pihak, baik tim kesehatan yang didukung Polri dan TNI serta berbagai unsur lainnya," jelas Gubernur Banten, Wahidin Halim di temui di Kota Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Wahidin berharap, wilayah Banten bisa terus menekan angka penyebaran Covid-19 di Provinsinya, hingga nol kasus.

"Saya ingin hingga ke titik nol, sampai titik yang aman hingga tidak ada lagi penularan," kata dia.

Untuk itu, dia berpesan kepada seluruh masyarakat Banten, agar tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Saat ini, sejumlah pelonggaran aktifitas masyarakat telah dilakukan, juga dalam upaya mendorong geliat ekonomi di tanah jawara tersebut.

Wahidin mengakui, dampak ekonomi dari adanya Pandemi Covid-19, sangat terasa bagi masyarakat Banten. Sedikitnya, sekitar 800 perusahaan tutup dan merumahkan sekitar 25 pekerjanya.

"Yang di PHK data kita ada 25 ribu lebih. Lalu dari 800 perusahaan data kita terakhir itu sudah tutup perusahaannya, dan ada yang pindah juga. Tapi masih ada 15 ribu perusahaan yang masih aktif di sini," terang dia.

Wahidin mengaku, tutupnya sejumlah perusahaan berskala ekspor yang berdomisili di Banten itu, bukan saja diakibatkan adanya Pandemi. Tapi juga, karena adanya penurunan permintaan global terhadap sejumlah komoditi.

"Bukan cuma dampak Covid, tapi karena persoalan-persoalan ekspor yang kurang," jelas dia.

Namun begitu, Wahidin mengaku ada sejumlah industri lain yang tumbuh, di masa Pandemi ini. Diantaranya, industri farmasi dan kimia.

"Info penerimaan kerja masih lumayan, tapi untuk sektor farmasi dan kimia," jelas dia. (mdk/ded)

Baca juga:
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ruang Isolasi di Medan Terancam Penuh
Menteri Sri Mulyani Ungkap 365.831 WP Terima Insentif Pajak per 30 Juni 2020
Jalani Rapid dan Swab Test, 4 Pegawai Pemkot Jakbar Positif Covid-19
Angka Orang Terinfeksi Covid-19 Terus Bertambah
Jokowi Minta Aparat Lindungi Tenaga Medis Tangani Covid-19 Kerap Diintimidasi
Lusa, Warga Makassar yang Tak Gunakan Masker akan Dikenakan Sanksi Sosial

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami