Gubernur Banten Kesulitan Cari Tempat untuk Karantina Tenaga Medis

Gubernur Banten Kesulitan Cari Tempat untuk Karantina Tenaga Medis
PERISTIWA | 3 April 2020 11:29 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Kondisi kamar tidur tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dianggap tidak laik, lantaran satu kamar tidur ditempati 24 orang dengan kasur yang diletakan di lantai. Hal tersebut terungkap saat Komisi V DPRD Banten melakukan sidak ke lokasi karantina tenaga medis di Pendopo Lama Gubernur Banten beberapa waktu lalu.

Menggapai hal tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim mengakui kekurangan kamar untuk tenaga medis dan pihaknya akan segera mencarikan tempat tinggal atau tempat karantina lainnya.

"Saya segera carikan lagi tempat untuk tempat karantina tenaga medis," kata Wahidin dalam keterangan resmi yang disebar Diskominfo Provinsi Banten, Jumat (3/4).

Wahidin menganggap Pendopo Lama Gubernur Banten yang dijadikan tempat karantina sudah layak, tetapi kamar untuk menampung masih kurang.

"Insya Allah secepatnya, sabar dulu. Hotel tidak ada yang mau jadi tempat karantina. Kalau mau sudah dari awal di tempatkan di hotel," ungkapnya.

Wahidin juga menjelaskan jika awalnya yang akan digunakan adalah Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten. Namun kondisi jarak yang jauh menjadi pertimbangan.

"Di Gedung BPSDM lebih banyak kamarnya dan biasa dipakai pejabat ikut Diklatpim, tapi kejauhan akhirnya dibatalkan," lanjutnya.

Sampai dengan saat ini, sebanyak 127 pegawai RSUD Banten terdiri dari 121 petugas kesehatan dan enam dokter spesialis yang bertugas dalam penanganan pasien Covid-19 di RSUD Provinsi Banten, secara bergantian menggunakan fasilitas yang ada di Pendopo Lama.

"Dalam kondisi seperti ini jangan saling cari kelemahan, tidak hanya di Banten semua daerah juga gagap dan panik, jangan jadikan suasana menjadi tidak kondusif, kurangi komentar-komentar yang tidak perlu. Dan harus selektif dalam menginformasikan sesuatu," tegasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Satu PDP di Simalungun Meninggal Dunia, Ini Faktanya
Perusahaan Transportasi Umum Terancam PHK Karyawan Imbas Virus Corona
Kabar Gembira, 5 Pasien COVID-19 di Magetan Dinyatakan Sembuh
Tes Virus Corona Lagi, Presiden Trump Dinyatakan Negatif
Amankah Pesan Makanan Lewat Online saat Pandemi Corona?
PT KAI dan Dishub Pantau Pemudik di 3 Stasiun Solo

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami