Gubernur Jabar: Hanya Indonesia, TNI-Polri Bantu Vaksinasi karena Faskes Minim

Gubernur Jabar: Hanya Indonesia, TNI-Polri Bantu Vaksinasi karena Faskes Minim
ridwan kamil di ugm yogya. ©2022 Merdeka.com/humas pemprov jabar
NEWS | 12 Mei 2022 16:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menyatakan bantuan yang diberikan oleh aparat, seperti TNI/Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam perluasan cakupan vaksinasi bukti minimnya ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia.

“Di negara lain, tidak ada TNI/Polri dan BIN yang melakukan vaksinasi, itu hanya ada di Indonesia. Kita bersyukur, tapi itu menunjukkan infrastruktur kesehatan kita tidak cukup. Kalau cukup, tidak perlu ada TNI/Polri untuk mengurus tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kesehatan,” kata Ridwan dalam Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (12/5). Seperti dilansir dari Antara.

Ridwan menuturkan meskipun bantuan dari TNI/Polri dan BIN menunjukkan bahwa nilai luhur bangsa, yakni gotong royong masih terlihat, negara perlu mengakui bahwa jumlah faskes yang tersedia di seluruh penjuru negeri sangat minim.

Ia memberikan gambaran bahwa faskes milik Indonesia berada jauh di bawah Thailand, yang memiliki kurang lebih sekitar 70 juta penduduk, namun fasilitas kesehatannya sebanyak 10.000.

Jawa Barat yang memiliki 50 juta penduduk dan hampir sama dengan Thailand, hanya memiliki faskes sekitar 1.000 saja. Bila melihat rencana jangka panjang, Indonesia harus menaikkan jumlah Puskesmas lima kali lipat dari sebelumnya.

“Kalau Puskesmasnya bisa naik lima kali lipat, ketika ada pandemi lagi, pertahanan kesehatan itu bisa dilakukan,” kata dia.

Apalagi, selain pandemi COVID-19, Indonesia sedang berjuang mengatasi permasalahan kekerdilan pada anak (stunting). Jawa Barat juga sedang berusaha untuk menurunkan angka prevalensi stunting yang masih sekitar 13 persen.

Menurutnya, peningkatan kapasitas faskes juga menjadi hal yang sangat penting mengingat penduduk yang berusia di bawah 40 tahun di Jawa Barat sudah mendekati 60 persen dan membutuhkan pengawalan yang serius dari pihak kesehatan.

Sadar akan minimnya faskes yang tersedia, Ridwan mengaku pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya, mulai dari pembuatan Program Percepatan Penurunan Stunting melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat, Program Ojek Makanan Balita (OMABA), dimana makanan yang dibuat oleh tim PKK diantarkan oleh ojek kepada balita sebanyak dua porsi per hari.

Ia berharap pembangunan infrastruktur utamanya puskesmas, dapat segera diwujudkan oleh negara agar benar-benar meraih Indonesia Emas pada tahun 2045.

“Kami dekat dengan bonus demografi. Oleh karena itu, pencegahan stunting dan Program Keluarga Berencana ini luar biasa (harus terus dilakukan),” ucap Ridwan. (mdk/ded)

Baca juga:
Terbaru, Pemerintah Terbitkan SKB 4 Menteri soal PTM 100 Persen
Update Vaksinasi Covid-19 Nasional per Hari Ini 11 Mei 2022
320.838 Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan BIN ke Masyarakat Sulut selama 2022
Indonesia Mulai Transisi Menuju Endemi Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Abai Prokes
Vaksinasi Covid-19 di DIY Capai 200%, Hasil Sinergi Pemda, BIN & Polri
Belum Vaksin Covid-19, Puluhan Wisatawan Dilarang Masuk Lawang Sewu

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami