Gubernur Jateng Minta 13 Daerah Zona Merah Covid-19 Terapkan Lockdown Mikro

Gubernur Jateng Minta 13 Daerah Zona Merah Covid-19 Terapkan Lockdown Mikro
Imbauan Ganjar Pranowo pada Warga Jateng terkait kasus COVID-19 di Kudus. ©YouTube/Ganjar Pranowo
PERISTIWA | 21 Juni 2021 16:59 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan 13 Kabupaten Kota zona merah melakukan mikro lockdown. Hal menyusul peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Tengah dalam beberapa minggu terakhir.

"Semua daerah seperti Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Blora, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri dan Kota Semarang. Saya minta standby, kalau kita lihat trennya ini ada peningkatan. Kita sedang tidak baik-baik saja, maka semua harus mawas diri dan mengantisipasi," kata Ganjar Pranowo usai rapat penanganan covid-19 di gedung Pemprov Jateng, Senin (21/6).

Dia mengungkapkan pengetatan-pengetatan di seluruh daerah di Jateng khususnya yang masuk zona merah harus dilakukan. Pihaknya telah mengirimkan surat edaran (SE) terkait pengetatan itu.

"Saya minta mikrozonasinya dipelototin. Kita sekarang sudah sampai lockdown mikro. Saya sudah sampaikan pada teman-teman Bupati/Wali Kota tidak usah ragu. Begitu di situ ada daerah yang menunjukkan data epidemologis tinggi, langsung kunci," tegasnya.

Seluruh daerah zona merah harus menerapkan lockdown mikro agar mobilitas warga bisa ditekan sehingga penanganan bisa optimal. Pelaksanaan PPKM mikro saat ini harus dilaksanakan lebih detail. Daerah zona merah harus menutup tempat-tempat wisata, tempat keramaian dan menganjurkan ibadah di rumah saja.

"Tempat keramaian seperti toko dibatasi sampai pukul 21.00 WIB. Beberapa Kabupaten/Kota sudah menggelar aksi di rumah saja. Ini akan kita buat rutin, dan nanti akan ditambah pelaksanaannya," jelasnya.

Dia memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota untuk terus melakukan peningkatan tempat tidur, baik ICU dan isolasi di rumah sakit hingga tempat isolasi terpusat. Jika ada yang kesulitan, ia meminta agar segera koordinasi dengan Pemprov Jateng.

"Penambahan tempat tidur di Jateng sudah berjalan, bahkan penambahan tempat tidur isolasi di Jateng tertinggi mencapai 40 persen. Sekitar 3.000 tempat tidur yang berhasil ditambah," ujarnya.

Termasuk langkah antisipatif lain yakni pembuatan rumah sakit darurat. Dia menyebut sudah ada daerah yang telah mengusulkan skenario rumah sakit darurat dan untuk penanganan Covid-19.

"Kami minta disiapkan dan dihitung betul, kami akan dukung. Saya minta kalkulasi untuk penyiapan SDM nakesnya, peralatannya. Saat ini, rumah sakit darurat yang sudah ada di Solo, dan yang baru mengusulkan dari Banyumas," terangnya.

Ganjar juga memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota melakukan kesepakatan-kesepakatan bersama. Tidak boleh ada perbedaan kebijakan dalam penanganan Covid-19 ini.

"Penting antar Kabupaten/Kota dalam satu regional, punya keputusan politik dan konsensus yang sama. Kalau misalnya satu daerah tempat wisata dan kerumunan ditutup, daerah lain juga harus mengikuti. Jangan sampai satu melarang, satu mempersilakan," pungkas Ganjar. (mdk/ray)

Baca juga:
Varian Baru Terdeteksi, Dinkes DKI Prediksi Kasus Aktif Tembus 218 Ribu Pada Agustus
Update Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Per 21 Juni 2021
Kasus Covid-19 Naik, Jokowi Minta Pemda, Unsur Kesehatan, TNI & Polri Kompak
Kemenkes Sebut Tidak Tepat Kasus Kematian Covid-19 Anak RI Tertinggi di Dunia
Covid-19 Melonjak, PAN Minta Pemerintah Mulai Pikirkan Opsi Lockdown Akhir Pekan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami