Gubernur Kaltim Curhat Masalah Insentif Nakes hingga Krisis Oksigen

Gubernur Kaltim Curhat Masalah Insentif Nakes hingga Krisis Oksigen
Gubernur Kaltim Isran Noor. ©2019 Merdeka.com
NEWS | 5 Agustus 2021 03:37 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami krisis oksigen dan obat-obatan dalam penanganan Covid-19. Kasus konfirmasi positif Covid-19 sendiri per hari ini menembus hingga 123 ribu.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Isran Noor di hadapan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, yang juga Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19, saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam paparannya, selain memastikan delapan kabupaten dan kota di Kaltim patuh menerapkan PPKM Level 4, Isran mengungkap empat persoalan yang sedang dihadapi. Seperti soal insentif tenaga kesehatan.

"Sebelumnya insentif tenaga kesehatan ditangani BNPB. Sekarang, setelah diambil alih Kemenkes itu tidak ada lagi," kata Isran saat telekonferensi Zoom yang juga diikuti merdeka.com, Rabu (4/8).

Isran menerangkan, dia tidak tahu persis apakah hal itu juga terjadi di pulau Jawa. "Tapi itu (ketiadaan insentif nakes) terjadi di Kalimantan Timur," ujar Isran.

"Untuk itu tahun 2020-2021, Kaltim telah menganggarkan Rp155 miliar untuk menutupi insentif nakes dari dana tidak terduga. Kalau tidak begitu, kasihan mereka (nakes)," tambah Isran.

Isran juga mengungkap soal Kaltim kekurangan vaksin Covid-19. "Vaksin ini cukup kuat mengadang serangan Covid-19. Tapi kita sudah dibantu vaksin dari TNI dan Polri melalui kegiatan serbuan vaksin. Sesudah itu vaksin habis," terang Isran.

Berikutnya, soal ketersediaan obat-obatan dan oksigen di Kalimantan Timur. "Boleh dikatakan, krisis oksigen dan obat-obatan untuk Kalimantan Timur," sebut Isran.

Kendati demikian, dalam pertemuan beberapa waktu lalu bersama Presiden Joko Widodo, pemerintah pusat memberikan bantuan oksigen konsentrator. "Bantuan 100 unit oksigen konsentrator hari ini datang di Samarinda menggunakan kargo, beserta 300 koli obat-obatan khusus penanganan Covid-19," terang Isran lagi.

Dalam kesempatan itu, Ganip menyatakan Kaltim memang salah satu provinsi di luar Jawa-Bali yang mendapat atensi Presiden Jokowi untuk bisa menekan lonjakan angka kasus Covid-19. Itu terungkap dalam agenda rapat terbatas.

"Kasus konfirmasi terakhir Selasa (3/8) ada 121 ribu, ada peningkatan 1.419 kasus. Kita sangat prihatin karena kasus meninggalnya tinggi. Pun demikkan dengan lonjakan BOR (Bed Occupancy Rate) mencapai 79 persen. Kaltim menempati ketiga nasional," kata Ganip.

Masih dalam pertemuan itu, Ganip memastikan kedatangan dia untuk lebih memantapkan penanganan Covid-19 di Kaltim, di tengah penerapan PPKM Level 4 di 8 kabupaten kota di Kaltim.

Satgas Covid-19 Kaltim melansir, hari ini 4 Agustus 2021, Kaltim memiliki 123.950 kasus terkonfirmasi positif setelah bertambah 2.222 kasus. Ada penambahan 1.720 kasus sembuh dan total kasus sembuh 97.799 kasus.

Sedangkan angka kematian menjadi 3.616 kasus setelah bertambah 85 kasus meninggal baru. Sehingga total kasus positif aktif atau pasien dalam perawatan Covid-19 menjadi 22.535 kasus di 10 kabupaten dan kota. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami