Gubernur Kaltim Ogah Tiru Kalteng Lobi Pemerintah Pusat Agar Ditunjuk Jadi Ibu Kota

PERISTIWA | 15 Juli 2019 22:30 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, jadi opsi lokasi pemindahan ibu kota negara. Pemprov Kalimantan Timur melakukan lobi dengan pemerintah pusat agar menjatuhkan pilihan kepada Kalimantan Timur sebagai lokasi baru ibu kota RI.

"Tidak ada (upaya mendekati pemerintah pusat). Itu urusan negara, pemerintah pusat, dan urusan bangsa. Kalau katanya di sini, kita bantu apa. Kita tidak bisa menentukan, karena itu urusan negara," kata Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, ditemui Senin (15/7).

Isran justru menuding Pemprov kalteng melobi pemerintah pusat agar lokasi ibu kota yang baru jatuh ke wilayah mereka. Dia merasa tak perlu meniru langkah provinsi Kalimantan Tengah yang gencar melobi pemerintah pusat.

"Tidak perlu, jangan lobi-lobi. Itu risiko besar kalau melobi. Biar saja, tidak apa-apa. Kalau Kalteng mau, itu urusan dia. Kalau saya tidak (melobi-lobi pemerintah pusat)," tambah Isran.

Isran tidak soal apabila nantinya bukan daerah di Kaltim yang terpilih sebagai ibu kota baru setelah dipindahkan dari Jakarta.

"Serahkan kepada keputusan pemerintah pusat, obyektif, dan itu kepentingan bangsa dan negara. Ibukota mau pindah atau tidak. Kalau soal lobi, saya tidak," tegasnya lagi.

Meski demikian, Isran kembali memastikan kesiapan daerahnya apabila nanti pilihan lokasi ibu kota baru jatuh di Kaltim. "Oh siap. Mau pindah, jadi atau tidak, tidak masalah," ucap Isran.

Baca juga:
PLN: Listrik di Kalimantan Siap Tunjang Kehadiran Ibu Kota Baru
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama Libatkan Swasta Dalam Pindahkan Ibu Kota
Bos Bappenas: Dalam Waktu Dekat Presiden Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru
Menteri Bambang Blak-blakan Urgensi Rencana Pemindahan Ibu Kota
Menteri Bambang Soal Ibu Kota Baru: Jakarta Merupakan Pilihan Belanda
Bappenas Pastikan Lokasi Ibu Kota Baru Tak Ganggu Hutan Lindung dan Masyarakat Adat

(mdk/noe)