Gubernur Koster Tegur ASN Pemprov Bali yang Bekerja Lambat dan Tidak Disiplin

PERISTIWA | 13 Mei 2019 16:23 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Gubernur Bali Wayan Koster kembali menyoroti kinerja Aparatur Sipil Negara di bawahnya. Menurutnya, kinerja ASN Pemprov Bali masih terlalu lambat.

Koster menilai hingga delapan bulan masa kepemimpinannya, ASN di Pemprov Bali belum menunjukkan kinerja yang optimal dalam mengawal implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan berbagai program yang tertuang dalam APBD Tahun 2019.

Buruknya kinerja ASN itu, kata Koster, terlihat dari munculnya komplain dari masyarakat terkait pelayanan publik.

"Ada guru honorer yang telat menerima gaji hingga dua bulan," kata Koster saat memberi briefing kepada jajaran Pejabat Eselon II, III dan IV serta ASN Pemprov di Halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (13/5).

Dia meminta Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik melaksanakan program yang lebih efektif dalam mempercepat sosialisasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

"Kalau di wilayah perkotaan, masyarakat sudah banyak yang tahu. Tapi yang di pelosok-pelosok belum tentu. Sosialisasi saya harapkan menjangkau hingga pelosok," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia memperingatkan para ASN agar fokus kerja dan disiplin dalam pekerjaan. Dia mengaku banyak menemukan ASN yang tidak fokus bekerja, pemalas, terlambat hingga pulang lebih awal dari waktu kerja.

Menurutnya, perilaku seperti itu belum sesuai harapan dan standar kerja. Untuk itu, Koster minta jajaran birokrasi Pemprov Bali segera berubah dan meninggalkan pola-pola lama.

"Saya menginginkan ASN yang disiplin, bekerja keras, berdedikasi dan tahu apa yang dilakukan dengan cepat," tegasnya.

Terkait penataan birokrasi, pihaknya akan melakukan bersih-bersih dengan melakukan mutasi dan pengisian jabatan eselon yang masih kosong dalam waktu dekat.

"Cukup tunjukkan kinerja, bekerja dengan lurus, tulus, tanggung jawab. Tak ada sogok-sogokan, jangan ada praktik macam-macam, apalagi sampai membawa nama-nama gubernur," ucap dia.

Dia mengaku punya kepentingan dalam menata dan meningkatkan kinerja birokrasi untuk menyelesaikan segala tugas ke depan.

"Tantangan itu harus kita respons bersama-sama dengan semangat, dedikasi dan kerja keras. Kita harus betul-betul satu body, satu spirit dan satu langkah untuk melaksanakan agenda yang telah dicanangkan," tutup Koster. (mdk/ray)

Baca juga:
Panggil Gubernur Bali, Sulut dan NTT, Jokowi Ucapkan Terima Kasih Serta Bahas Proyek
Presiden Jokowi Kumpulkan 3 Kepala Daerah Bahas Infrastruktur
Menang Telak di Bali, Jokowi Telepon Koster Ucapkan Terima Kasih
PDIP Bali Yakin Rebut Minimal 6 Kursi DPR di Pemilu 2019

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.