Gubernur NTB Dukung Sikap Pusat yang Tolak Lockdown Cegah Penyebaran Corona

Gubernur NTB Dukung Sikap Pusat yang Tolak Lockdown Cegah Penyebaran Corona
PERISTIWA | 4 April 2020 11:55 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Gubernur NTB Zulkieflimansyah menolak diterapkan lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah persebaran virus corona. Menurut dia, akan menyusahkan masyarakat jika akses ke daerahnya ditutup oleh pemerintah. Sebab, akan menyulitkan warga perantau untuk kembali ke daerah masing-masing.

"Kami di NTB, kalau mau menutup bandara dengan lockdown ribuan tenaga kerja kita dari daerah mau balik. Anak-anak kami mondok di Jawa ribuan mau pulang kampung juga. Di sana sekolah diliburkan, daerahnya ditutup apa tidak meresahkan orangtuanya," kata dia dalam diskusi melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4).

Menurut Zul, tak ditutupnya akses itu juga menguntungkan pemerintah daerah. Sebab, dengan tidak dilakukan lockdown, pemerintah daerah masih mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

"Karena kami butuh informasi, bantuan pusat dan daerah lain. Oleh karena itu tidak menutup dalam hal bandara atau pelabuhan tapi di area yang memungkinkan lalu lintas manusia begitu cepat ada pembatasan cukup ketat proses pemeriksaannya," kata dia.

Zul mengapresiasi pemerintah dengan pertimbangannya tidak melakukan lockdown. Menurutnya, langkah pemerintah sudah baik dalam mengatasi virus corona. Salah satunya, melalui surat edaran Kemendagri yang mengantisipasi dampak sosial ekonomi jika pandemi berkepanjangan.

"Tapi di sisi lain bentuk tim khusus antisipasi kalau ini berkepanjangan dampak sosial ekonominya sehingga tidak menyengsarakan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Saatnya Mandiri

Menurut Zulkieflimansyah, yang perlu disiapkan pemerintah selain fasilitas kesehatan adalah mengantisipasi ketakutan dan kecemasan masyarakat. Kata dia, masyarakat kerap terprovokasi dengan narasi lockdown misalnya melalui media sosial.

Yang penting untuk antisipasi wabah, selain menyiapkan RS dan SDM, tapi juga mengatur ritme kecemasan dan ketakutan ini supaya tidak berlebihan," kata dia.

Momen corona ini juga dia lihat sebagai sebuah kesempatan. Zulkieflimansyah menilai, Indonesia bisa mulai mandiri dalam industri. Misalnya, menghadapi kekurangan masker, alat pelindung diri, hingga disinfektan bisa ditanggulangi dengan industri mandiri dalam negeri.

"Ngapain impor masker, kita bisa bikin. APD ngapain kita impor kita bisa bikin sendiri. Ini kesempatannya corona mengajarkan kita untuk mandiri," kata Zul.

Menurutnya, hal itu akan membuat industri UMKM bergeliat. Tak hanya berhenti di sana, diharapkan ke depannnya setelah corona industri lokal akan lebih hidup. (mdk/bal)

Baca juga:
Lockdown Jakarta Tak Lagi Relevan untuk Cegah Penyebaran Corona
Ini Hukuman Ekstrem untuk Warga yang 'Ngeyel' saat Karantina dari Berbagai Negara
Hati-Hati! Aplikasi untuk Rapat Virtual Berpotensi Diretas Hacker, Ini Faktanya
Moody's: Karantina Wilayah Mendorong Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Dalam
Malaysia Lockdown, TKI akan Dievakuasi Kapal Perang TNI Pulang ke Indonesia
Dampak Corona, Ini 6 Sektor yang Paling Terpengaruh Jika Terjadi Lockdown

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami