Gubernur Papua Minta TNI-Polri Ditarik dari Nduga, Ini Kata Kapolri

PERISTIWA | 24 Desember 2018 23:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menanggapi singkat pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta Presiden Joko Widodo menarik semua pasukan atau personel TNI dan Polri dari Kabupaten Nduga menjelang perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019.

"Natal yang penting cooling saja, saya kan mantan (Kapolda) di sana," singkat Tito usai meninjau keamanan misa di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/12) malam.

Tito menegaskan, pernyataannya yang terpenting adalah untuk tetap tenang, "Cooling down saja," kata Tito.

Sebelumnya Gubernur Lukas mengklaim hadirnya personel TNI dan Polri di Nduga kurang tepat dengan waktu perayaan Natal. Dia ingin wilayah Nduga terbebas dari aparat di Hari Natal.

"Sehingga ada baiknya ditarik dari Kabupaten Nduga. Masyarakat mau merayakan Natal. Ini momen Natal, tidak boleh ada TNI dan Polri di sana (Nduga)," ucapnya setelah mengikuti rapat Paripurna V di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) di Kota Jayapura 20 Desember.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Gubernur Papua Minta Pasukan Ditarik dari Nduga, Ini Jawaban TNI
Sakit Usai dari Papua, Simon Tandi Cuma Diberi Rp 2,5 Juta dari PT Istaka Karya
TNI-Polri Temukan 3 Pemberontak di Nduga Papua
Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Kebebasan
Wiranto Sebut Pemberontak Papua Orang Tersesat, jika Insaf NKRI Pasti Menerima
Panglima TNI Dikritik Kurang Reaktif Soal Penembakan Pekerja Trans Papua
Selama Setahun, 22 Anggota KBB di Papua Berhasil Ditangkap


(mdk/rnd)