Gubernur Sumsel Alihkan APBD Cairkan Insentif bagi Tenaga Medis

Gubernur Sumsel Alihkan APBD Cairkan Insentif bagi Tenaga Medis
PERISTIWA | 29 Mei 2020 10:15 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Sejumlah tenaga medis di Palembang, Sumatera Selatan akan segera mendapatkan insentif dari Pemprov Sumatera Selatan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Daru tengah memangkas sejumlah pos anggaran dan mengalihkannya untuk insentif tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19.

"Gubernur melakukan strategi dan kebijakan dalam upaya penanganan Covid-19 di Sumsel," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy di Palembang, Jumat (29/5).

Menurut dia, sejak awal merebaknya wabah Covid-19 di Sumsel, perhatian kepada tenaga kesehatan dengan memberikan insentif tambahan tersebut telah dilakukan gubernur Herman Deru.

Insentif ini bentuk apresiasi kepada petugas mulai dari tenaga kesehatan, relawan dan tenaga pendukung lainnya yang berada di garda terdepan dalam percepatan penanganan Covid-19 ini.

"Perhatian tersebut sudah sejak awal kita lakukan," kata dia dan menambahkan bahwa saat ini insentif tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

"Pak gubernur memberikan insentif itu sesuai dengan surat edaran menteri keuangan dan keputusan menteri kesehatan. Insentif yang dialokasikan dari APBD itu diberikan kepada petugas seperti yang berada di rumah sehat Jakabaring Palembang," katanya.

Selain itu, lanjutnya, tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit seperti di RS Siti Fatimah yang tidak bisa klaim insentifnya di Kemenkes juga diberikan insentif yang dialokasikan dari APBD tersebut.

"Yang bisa klaim dari APBN tidak diberikan lagi dari APBD. Namun yang yang tidak bisa di klaim insentifnya di Kemenkes bisa diberikan. Contohnya dokter radiologi, dokter laboratorium, cssd, Satpam dan driver ambulance," ujar dia.

Besaran insentif untuk tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang yang didapat melalui APBN maupun APBD sama. Untuk dokter spesialis, insentif yang diterima Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan tenaga kesehatan lainnya Rp5 juta.

Sementara untuk tenaga penunjang, insentif yang diberikan mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta. Seperti diberitakan Antara. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jelang New Normal, Pemerintah Bisa Belajar dari Provinsi Fujian
Polri: Kita Semua Harus Beradaptasi dengan New Normal
DPR Minta Pembukaan Sekolah Tak Serentak, Cuma di Zona Hijau Covid-19
Ini Barang yang Wajib Ada di Tas Saat Beraktivitas Kala New Normal
Jelang Wacana New Normal, Masjid Istiqlal Belum Gelar Salat Jumat
Menunggu Realisasi Janji Insentif untuk Tenaga Medis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5