Gubernur Tetapkan Surabaya dan Malang Raya Sebagai Zona Merah Corona

Gubernur Tetapkan Surabaya dan Malang Raya Sebagai Zona Merah Corona
PERISTIWA » MALANG | 20 Maret 2020 12:14 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa menyebut dua kota dalam status zona merah. Kedua kota di Jawa Timur berstatus zona merah itu adalah Surabaya dan Malang Raya.

"Surabaya dan Malang raya sudah ada yang positif (corona) sehingga masuk dalam kategori zona merah," ujarnya, Jumat (20/3).

Ia menambahkan, selain Surabaya dan Malang Raya, sejumlah daerah yang telah terdapat orang berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ditentukan dalam wilayah berkategori zona kuning.

"Yang sudah teridentifikasi atau ada sebaran PDP, maka dia sudah masuk kategori zona kuning," tandasnya.

Demi melindungi masyarakat dari resiko covid-19, maka Pemprov mengimbau agar pengelola lokasi ibadah dan setiap masyarakat di Jatim untuk memperhatikan informasi kondisi kedaruratan bencana penyakit akibat covid-19 dalam memutuskan pelaksanaan ibadah salat Jumat.

"Dan untuk yang melaksanakan supaya benar-benar memastikan untuk menjaga lokasi ibadah dari resiko penyebaran corona," tambahnya.

Ia pun menegaskan, untuk pelaksanaan salat jumat di lingkungan instansi pemerintahan diganti dengan ibadah salah Dhuhur di kediaman masing-masing.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah meminta bantuan pada Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, maupun Lantamal, untuk turut melakukan tracing. "Saya dapat kabar dari pak Kapolda, bahwa akan ada tim yang di BKO kan untuk membantu melakukan tracing," tandasnya.

Terhitung hingga Kamis (19/3), pasien positif corona di Jatim sudah berjumlah 9 pasien, orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga turut naik. Pada Rabu (18/3) kemarin masih 11 orang naik menjadi 36 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari awalnya 29 orang kini menjadi 91 orang.

Jumlah PDP terbanyak yakni di Kota Malang delapan orang, Surabaya tujuh orang, Tulungagung empat orang dan Jember serta Sidoarjo masing-masing tiga orang.

Sedangkan ODP terbanyak tercatat di Surabaya yakni 17 orang, Malang dan Jember masing-masing enam orang, Sidoarjo sembilan orang, dan Mojokerto lima orang. (mdk/ded)

Baca juga:
DPRD DKI Minta Anies Segera Lakukan Operasi Pasar
Jatim Self Checkup Covid-19, Cara Deteksi Diri Sendiri dari Corona
Kenapa Tes Corona dari Negatif Bisa Berubah Jadi Positif?
Giliran Gubernur NTT Liburkan Sekolah Selama 2 Pekan Cegah Covid-19
Salat Jumat di Solo Ditiadakan Hingga Pekan Depan
Tito Nilai Sikap Terbuka Bima Arya Bisa Membuat Warga Paham Social Distancing

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami