Gugus Tugas Penanganan Corona Sudah Terima Rp3 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

Gugus Tugas Penanganan Corona Sudah Terima Rp3 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya
PERISTIWA | 6 April 2020 19:13 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga saat ini telah menerima kucuran dana Rp3 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut ditujukan untuk penanganan Covid-19. Salah satunya untuk pembelian alat pelindung diri (APD).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo‎ menjelaskan, anggaran tersebut masuk ke rekening Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam dua tahap. Tahap pertama anggaran yang masuk sebesar Rp356 miliar. Dana masuk pada 23 Maret 2020. Dana tersebut telah disalurkan kepada Kementerian Kesehatan, tepatnya Pusat Kritis Kesehatan (PKK) Kemenkes.

"Prioritasnya adalah pembelian APD, kemudian rapid test, reagen, VTM, test swab, ventilator, masker surgical untuk dokter dan para perawat," jelas dia, dalam rapat virtual bersama Komisi VIII DPR, Senin (6/4).

Anggaran tahap kedua juga sudah masuk ke rekening BNP. Nilainya Rp2,78 triliun. Dana ini masuk pada 30 Maret. Anggaran tersebut untuk pelayanan kesehatan termasuk pencegahan, pengendalian penyakit, farmasi dan alat kesehatan, litbang Kemenkes serta mobilisasi pendampingan rapat dan keposkoaan gugus tugas.

"Adapun dana tersebut telah disalurkan juga, yang pertama kepada mabes TNI senilai Rp29 miliar lebih untuk operasional kepulangan WNI kita di Natuna, pulau Sebaru dan juga saat ini di wisma atlet,” urai Doni.

Selain itu, dana sebesar Rp1,676 miliar untuk pemulangan WNI pasca observasi di Natuna dengan BNPB sebagai pelaksananya. Lalu anggaran sebesar Rp10 miliar untuk uang muka APD. Pelaksananya adalah Kemenkes.

Dana sebesar Rp240 miliar untuk pembelian APD pelaksananya Pusat Kritis Kesehatan (PKK) Kemenkes. Dengan demikian total anggaran yang sudah disalurkan Rp281 miliar.

"Selanjutnya ada sejumlah usulan yang sedang diproses khususnya untuk pengadaan ventilator, reagen, rapid test dan banyak perlengkapan medis lainnya yang sedang dalam proses pengadaan,” ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Pembatasan Aktivitas Sosial Tidak Maksimal, Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Jam Malam
31 Orang di Kaltim Positif Corona, Penambahan Terbanyak dari Klaster Gowa
Antisipasi Covid-19, Bank Indonesia Cetak Uang Baru Ganti Uang yang di Karantina
Doni Monardo Ibaratkan APD Seperti Peluru Kendali dalam Perang Melawan Corona
Kesiapan RSPJ Sebagai Rumah Sakit Khusus Covid-19
Dampak Corona, Singapura Beri Bantuan Tunai Rp9 Juta Bagi Warga di Atas 21 Tahun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami