Gunakan Limbah B3 untuk Uruk Jalan, 10 Warga Cikupa Diamankan

Gunakan Limbah B3 untuk Uruk Jalan, 10 Warga Cikupa Diamankan
PERISTIWA | 10 April 2020 02:03 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Unit Ranmor Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang memeriksa 10 orang pekerja pengurukan proyek jalan kawasan di Kampung Sukamanah, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa. Mereka diduga melakukan Dumping limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), yang merupakan sisa peleburan besi dan mengandung logam berbahaya bagi lingkungan.

Diduga limbah B3 yang mereka peroleh dari salah satu perusahaan di Kabupaten Tangerang akan digunakan sebagai pengganti pasir dan batu atau disebut makadam.

Kanit Ranmor Polres Kota Tangerang Ipda Andrian membenarkan adanya penangkapan 10 pekerja proyek tersebut.

"Benar telah kami amankan beberapa hari lalu," katanya, Kamis (9/4).

Saat ini, 10 orang pekerja termasuk sopir truk pembawa limbah B3 yang diamankan tersebut, masih berstatus sebagai saksi dan tengah menjalani pemeriksaan secara estafet.

"Masih kami periksa intensif, dan masih kita dalami keterlibatan perusahaan," jelasnya.

Dari beberapa gambar foto dan keterangan yang diperoleh, di lokasi pengurukan, terlihat timbunan batu yang teroksidasi berwarna hitam pekat bercampur besi dan pasir halus, sepanjang 50 meter dengan ketinggian rata-rata 30 sampai 40 centimeter. (mdk/fik)

Baca juga:
Limbah Medis Penanganan Pasien Covid-19 di Kaltim Capai 2,5 Ton
LSM Lingkungan Ingatkan RS Tak Buang Limbah Medis Covid-19 ke TPA
Gudang Berisi Limbah Berbahaya dan Beracun Ditemukan di Lahan Perhutani Karawang
Limbah Kertas Berceceran di Jalanan Karawang Sebabkan 6 Pengendara Kecelakaan
Limbah Cair Kelapa Sawit PTPN V Diubah Jadi Sumber Listrik Terbarukan
Kolonel TNI Ngamuk Perusahaan BUMN Buang Limbah Berbahaya ke Citarum, Ini Momennya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami