Gunung Agung Erupsi, 9 Desa Diselimuti Hujan Abu dan Pasir

Gunung Agung Erupsi, 9 Desa Diselimuti Hujan Abu dan Pasir
PERISTIWA | 24 Mei 2019 22:37 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Gunung Agung di di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi pukul 19.23 WITA, Jumat (24/5). Pos pengamatan Gunung Agung di Rendang milik PVMBG mencatat erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik.

"Erupsi disertai suara gemuruh sedang hingga kuat yang terdengar di pos pengamatan. Erupsi juga disertai lontaran batu/lava pijar sejauh 2,5 km hingga 3 km ke segala arah. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Sebaran abu vulkanik dan pasir mengarah ke Selatan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan hujan abu dan pasir terjadi di beberapa tempat. BPBD Karangasem melaporkan hujan dan pasir turun di sembilan desa. Beberapa daerah yang terpapar hujan abu dan pasir tebal yakni Desa Pempatan, Dusun Pura Gae, Pemuteran. Desa Besakih, Dusun Temukus, Angsoka, Kesimpar, Dusun Besakih Kangin. Desa Menanga, Dusun Belatung, Pejeng, Menange. Desa Sebudi, Telung Bhuana, Pura, Lebih, Badeg Dukuh, Sogra, Sebun, Sebudi, Bukit Galah. Desa Muncan. Desa Amerta Bhuana. Desa Nongan. Desa Rendang.

"Titik api masih terlihat membakar semak belukar di puncak Gunung Agung," lanjut Sutopo.

BPBD Bangli melaporkan hujan abu turun dengan intesitas tebal. Hujan abu melanda tiga kecamatan yaitu di Tembuku, Desa Bangbang, Desa Jehem, Desa Peninjoan, Desa Yangapi. Kecamatan Bangli: Desa Landih, Desa Pengotan, Desa Kayubihi, Kelurahan Kubu, Kelurahan Cempaga, Kelurahan Kawan. Kecamatan Susut : Desa Susut, Desa Demulih.

"Status Gunung Agung tetap Siaga (level III) dengan rekomendasi masyarakat atau pendaki dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari puncak. Jarak antara puncak Gunung Agung dengan Bandara Internasional IGK Ngurah Rai jauh, yaitu sekitar 70 km sehingga bandara aman. Hingga saat ini Bandara Internasional IGK Ngurah Rai tetap beroperasi normal. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan normal. Bali aman," tegasnya.

Erupsi pada malam ini bukan yang pertama kali. Tiga erupsi Gunung Agung terakhir tercatat pada 12/5, 18/5 dan 24/5 atau hampir setiap 6 hari sekali dengan karakter yang hampir sama. PVMBG terus memantau dengan intensif perkembangan aktivitas vulkanik. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan ikuti semua rekomendasi PVMBG. Belum perlu ada pengungsian karena permukiman masih berada di zona aman. (mdk/cob)

Baca juga:
Terdengar Suara Gemuruh, Gunung Agung Kembali Erupsi
Gunung Agung Kembali Erupsi, Suara Dentuman Terdengar di Pos Rendang
Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter
Malam Ini Gunung Agung Kembali Erupsi
Kembali Erupsi, Aktivitas Gunung Agung Masih Tinggi
Gunung Agung Muntahkan Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Diminta Menjauh 4 KM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami