Gunung Merapi Siaga, 240 Warga Klaten Mengungsi

Gunung Merapi Siaga, 240 Warga Klaten Mengungsi
PERISTIWA » MALANG | 12 November 2020 16:48 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - 240 Warga di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengungsi setelah status Gunung Merapi dinaikkan dari waspada menjadi siaga sejak sepekan lalu. Warga yang mengungsi tersebut berasal dari Desa Tegalmulyo dan warga Balerante, Kecamatan Kemalang.

Kedua desa diketahui hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari puncak gunung berapi teraktif di Indonesia itu. Dari jumlah tersebut, 114 orang merupakan warga Desa Tegalmulyo dan 126 lainnya warga Desa Balerante. Mereka termasuk dalam kategori rentan, yakni disabilitas, lansia, anak-anak dan ibu hamil.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sip Anwar mengatakan sebenarnya ada 3 desa yang masuk kategori rawan. Selain, Balerante dan Tegalmulyo, satu desa lainnya adalah Desa Sidorejo. Pihaknya telah menyiapkan selter pengungsian yang sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Sebetulnya ada 3 desa yang menurut kajian terancam. Yaitu Desa Sidorejo, Tegalmulyo, dan Balerante. Namun saat ini baru ada sebanyak 114 warga Tegalmulyo dan 126 warga Balerante yang mengungsi," ujar Sip Anwar, Kamis (12/11).

Sip menerangkan, hingga saat ini, warga Desa Sidorejo belum ada yang mengungsi. Warga di desa tersebut, dikatakannya, lebih mengoptimalkan kewaspadaan dengan melakukan ronda 24 jam secara bergantian untuk memantau Merapi.

"Mereka ronda 24 jam. Jadi kalau nanti ada tanda-tanda yang membahayakan, akan cepat diinstruksikan agar masyarakat segera mengungsi," terangnya.

Terkait lokasi pengungsian atau evakuasi sementara, ia menjelaskan, semua lokasi berjarak aman atau lebih dari 7 kilometer. Seperti lokasi pengungsian Balerante berjarak 9 km dan Sidorejo sekitar 11 km dari puncak. Sedangkan Desa Tegalmulyo ada di depan Balai Desa Tegalmulyo, jaraknya juga lebih dari 7 km.

"Untuk penentuan lokasi evakuasi sementara, sudah sesuai analisa terakhir dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang memprediksikan jika terjadi erupsi maka akan mengarah ke Sungai Woro yang berjarak 5 km dari puncak,” katanya.

Kendati demikian jika pada analisa ulang jarak aman lebih dari itu, maka pengungsi akan turun lagi ke tempat evakuasi akhir di shelter kabupaten. Untuk pengungsi Desa Balerante akan dipindahkan ke Shelter Kebondalem, kemudian Sidorejo di Shelter Kebonagung, dan desa Tegalmulyo akan turun ke Shelter Demakijo.

"Sampai saat ini kondisi para pengungsi dalam keadaan baik dan sehat. Penyaluran logistik juga berjalan lancar,” pungkas Sip. (mdk/gil)

Baca juga:
BNPB: 1.294 Warga Diungsikan Akibat Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi
Suasana Tempat Pengungsian Warga Desa Terdampak Status Gunung Merapi
Kapolda Jateng Cek Kondisi Pengungsi Gunung Merapi di Klaten
Polda DIY Mengerahkan 3.500 Personel untuk Kesiapsiagaan Bencana
Antisipasi Erupsi Merapi, Candi Borobudur Ditutup Terpal
Memprihatinkan, Ini 5 Potret Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng Merapi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami