Guru Besar UGM: Jangan Cepat Percaya, Penemuan Obat Covid-19 Tidak Mudah

Guru Besar UGM: Jangan Cepat Percaya, Penemuan Obat Covid-19 Tidak Mudah
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 04:02 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati mengatakan, penemuan obat untuk Covid-19 bukan sesuatu yang mudah. Sehingga masyarakat diharapkan tidak cepat percaya terhadap klaim penemuan obat atau ramuan herbal antibodi untuk penyakit tersebut.

"Jika ada berita-berita yang mengklaim penemuan obat Covid-19, jangan cepat percaya, karena penemuan obat Covid-19 tidak semudah itu. Carilah info-info berimbang pada lembaga-lembaga yang terpercaya seperti Badan POM," katanya melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu (5/8).

Menurutnya, pernyataan penemuan antibodi Covid-19 yang berasal dari herbal merupakan istilah yang tidak tepat. Karena antibodi sendiri adalah suatu protein yang dibentuk oleh sistem imun ketika menghadapi paparan antigen/patogen, bisa berupa virus, bakteri, jamur, dan lainnya, termasuk terhadap virus penyebab Covid-19.

"Jadi kalau ada orang yang mengklaim menemukan atau menciptakan antibodi, tentu itu hal yang sangat tidak tepat," jelasnya.

Antibodi, terangnya, adalah senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel imun, yaitu oleh sel limfosit B yang bekerja melawan antigen. Dalam hal Covid-19 yang bisa disebut sebagai produk antibodi adalah plasma convalescent yang berasal dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh.

"Pasien Covid-19 yang sudah sembuh akan memiliki antibodi terhadap Covid-19, nah ini yang kemudian diisolasi plasma darahnya lalu ditransfusikan kepada pasien sakit, di mana plasma darah ini mengandung antibodi Covid-19," ujar Zullies seperti dilansir dari Antara.

Baca Selanjutnya: Dalam konteks lain lanjut dia...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami