Guru Besar UII Diteror Diduga Gara-Gara Jadi Pembicara Soal Pemecatan Presiden

Guru Besar UII Diteror Diduga Gara-Gara Jadi Pembicara Soal Pemecatan Presiden
PERISTIWA | 30 Mei 2020 06:32 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM berencana menggelar diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.

Diskusi itu rencananya akan digelar Jumat (29/5) secara virtual. Namun karena menuai kontroversi, akhirnya urung diselenggarakan. Dalam diskusi tersebut pihak penyelenggara menghadirkan pembicara Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Ni'matul Huda.

Sehari sebelum diskusi digelar, dia mengalami teror. Teror ini diduga berkaitan dengan acara diskusi tersebut.

Dekan FH UII, Abdul Jamil mengatakan, dari Kamis (28/5) hingga Jumat (29/5), Ni'matul mengalami teror. Teror ini menyasar rumah Ni'matul yang berada di daerah Sorogenen, Kota Yogyakarta.

"Rumahnya digedor-gedor. Tapi sama Prof. Ni'matul tidak dibukakan. Kemudian dibel pintunya. Di depan rumah juga seliweran orang tak dikenal. Padahal daerah rumah Prof Ni'matul ditutup akses masuknya terkait Covid-19," katanya saat dihubungi, Jumat (29/5) malam.

Dia menyebut, Ni'matul sempat berkontak dengan dirinya terkait apa yang harus dilakukan saat teror terjadi. Jamil pun menyarankan agar tak membukakan pintu orang yang datang ke rumahnya.

"Sempat minta pendapat saya. Saya bilang tidak usah dibukakan. Wong Prof Ni'matul juga tidak kenal orangnya. Orangnya (yang datang ke rumah Ni'matul) sama. Saat digedor-gedor, Prof Ni'matul ada di dalam rumah," ungkapnya.

"Kita enggak ngerti apakah teror itu terkait diskusi atau tidak. Namun memang waktunya (teror yang menimpa Ni'matul) berdekatan dengan disksii tersebut," sambung Jamil.

Jamil memastikan hingga saat ini Ni'matul dalam kondisi baik-baik saja meskipun sempat mengalami teror. Dia merinci saat mengalami teror, Ni'matul akhirnya memilih mematikan nomor teleponnya.

"Ya ada yang telepon. Kemudian teleponnya dimatikan. Saya kurang tahu apa ada teror lewat WA (aplikasi whatsapp) karena nomor teleponnya Prof Ni'matul dimatikan," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Keluarga dan Mahasiswa Penyelenggara Diskusi Pemecatan Presiden Jadi Sasaran Teror
FH UGM Pasang Badan Lindungi Mahasiswa Penyelenggara Diskusi Pemecatan Presiden
WhatsApp dan Media Sosial Panitia Diskusi Pemecatan Presiden Diduga Diretas
Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Mahasiswa UGM dan Guru Besar UII
Polisi Soal Teror Diskusi UGM: Jika Merasa Terancam Silakan Melapor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5