Guru Tersangka Susur Sungai Sempor Mengaku Cukur Botak Atas Kemauan Sendiri

Guru Tersangka Susur Sungai Sempor Mengaku Cukur Botak Atas Kemauan Sendiri
PERISTIWA | 26 Februari 2020 23:32 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Penanganan tiga tersangka kasus susur Sungai Sempor yang berujung meninggalnya 10 orang siswi SMP Negeri 1 Turi menjadi polemik di media sosial. Polemik di media sosial ini muncul usai ketiga tersangka tampil di jumpa pers Polres Sleman dalam kondisi rambut tercukur habis pada Selasa (25/2).

Sebagian warganet menganggap tidak selayaknya ketiga tersangka yang dua diantaranya berprofesi sebagai guru ini dipotong rambutnya tanpa sisa. Warganet pun menyebut seharusnya guru tetap ditempatkan pada kondisi yang layak.

Menanggapi polemik di media sosial, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Pemda Sleman dan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PGRI DIY pun menjenguk ketiga tersangka di Polres Sleman, Rabu (26/3).

Tersangka berinisial IYA mengaku penampilannya dengan rambut dicukur habis atau gundul ini dilakukan atas keinginannya sendiri dan tak ada paksaan dari pihak kepolisian

IYA beralasan bahwa pilihan rambut gundul diambilnya agar tak mencolok dengan tahanan yang lain. "Justru kalau kami tidak gundul dan tidak pakai baju tahanan akan mencolok dan berbeda dengan tahanan lainnya," ujar IYA.

"Kalau gundul itu permintaan kami. Pada dasarnya alasan kami demi keamanan. Kalau saya tidak gundul banyak yang lihat saya bentuknya (berbeda), di dalam itu gundul semua. Jadi itu permintaan kami," lanjut IYA.

Baca Selanjutnya: Diperlakukan dengan Baik...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami