Gus Ipul sebut Pantura siaga merah imbas banjir & longsor di Pacitan

Gus Ipul sebut Pantura siaga merah imbas banjir & longsor di Pacitan
PERISTIWA | 29 November 2017 16:21 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Bencana banjir dan longsor di wilayah Pacitan yang berada di pesisir selatan Jawa Timur belum reda. Sementara wilayah Pantura juga dikabarkan waspada. Sebab, debit air di Bengawan Solo terpantau meningkat.

"Kami minta seluruh masyarakat yang ada di sepanjang aliran Bengawan Solo mewaspadai ancaman banjir yang terjadi akibat meningkatnya debit sungai," imbau Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Rabu (29/11).

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengungkap, dari pantauan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menunjukkan, jika sejak Selasa (28/11) kemarin, kondisi pintu air Jurug yang berada di Solo mulai meningkat pada level siaga kuning. Kemudian meningkat ke siaga merah.

"Pergerakan air terus dipantau hingga akhirnya pada pukul 22.00 Wib, air bergerak pada level siaga merah," ucapnya lagi.

Tim dari Pusdalops BPBD saat ini, masih kata Gus Ipul, sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk segera mengirimkan alert. "Malam tadi diputuskan jika pergerakan air akan cepat sampai ke Ngawi. Hanya butuh waktu 10 jam," katanya.

Seluruh BPBD di sepanjang alirang Bengawan Solo mulai Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik juga diminta waspada. Dari beberapa daerah ini, Bojonegoro yang kemungkinan paling banyak terimbas karena Bengawan Solo membelah 14 Kecamatan di Bojonegoro.

"Pada pukul 06.30 Wib, Pusdalops BPBD Jatim menerima informasi kondisi air yang berada di bibir sungai sudah mulai meluber ke jalan desa. Terpantau genangan telah sampai di Desa Waru Tengah, Gandri di Kecamatan Pangkur, Desa Simo dan Sumengko di Kecamatan Kwadungan dengan ketinggian sekitar 15 cm," ungkap Gus Ipul.

Selain kewaspadaan di Bengawan Solo, beberapa sungai yang merupakan anak Bengawan Solo juga diminta waspada. Di Ponorogo misalnya, pintu air Sekayu pada pukul 06.00 Wib tadi, juga berada pada titik siaga kuning.

Artinya, Gus Ipul menegaskan, pergerakan air ke arah Ngawi dari Ponorogo akan bertambah. Mengingat pada waktu yang sama pintu air Jurug masih melebihi papan ukur pintu air.

"Waspada tapi warga tetap harus tenang, silakan ikuti dan selalu pantau arahan pemerintah daerah masing-masing sehingga kesiapsiagaannya bisa mengurangi dampak risiko bencana," tandasnya. (mdk/rhm)


Cuaca buruk, PLN Banten lakukan pemadaman listrik bergilir
Akses jalan terputus, 13 desa di Pacitan terisolir akibat banjir dan longsor
Pacitan dikepung banjir, 4.000 warga diungsikan ke masjid dan GOR
Dilanda banjir, akses desa di Batangkapas Pesisir Selatan nyaris putus
Banjir dan longsor di Pacitan, 454 trafo PLN dipadamkan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5