H-9 Lebaran, pemudik bermotor mulai padati pelabuhan Gilimanuk

PERISTIWA | 27 Juni 2016 02:28 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Meski hari Raya Idul Fitri masih sembilan hari lagi, namun warga pendatang yang ingin berlebaran di kampung halaman sudah mulai meninggalkan pulau Bali. Sebagian besar menggunakan sepeda motor. Seperti yang terlihat di pintu masuk pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Minggu (26/6).

Ribuan pemudik yang menggunakan sepeda motor terjebak antrean di depan loket tiket. Peningkatan arus mudik di pelabuhan Gilimanuk mulai terjadi sejak Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WITA dan terus bertambah.

Antrean kendaraan disebabkan karena pemudik harus melakukan pengisian manifest perjalanan. Sebagian pemudik memilih melakukan perjalanan jauh hari untuk menghindari kemacetan.

"Saya mudik lebih awal agar tidak terjebak antrean dan kemacetan. Tapi ternyata tetap kena antrean gara-gara pengisian manifest, ujar Herlina, pemudik asal Jember.

Pengisian manifest perjalanan wajib dilakukan sebagai syarat membeli tiket. Namun ini tidak dibarengi kebijakan penambahan petugas serta pena. Alhasil, pemudik menjadi rebutan saat mengisi manifest.

Rata-rata pemudik bermotor tersebut harus antre satu jam untuk mendapatkan tiket penyeberangan. Beberapa pemudik yang membonceng istri dan mengajak anak yang masih kecil, memilih turun dari sepeda motor dan menunggu di tenda yang ada di dalam pelabuhan.

Untuk mengurai kemacetan di pintu masuk pelabuhan, pihak ASDP menambah loket menjadi 4 loket tiket.

"Peningkatannya mulai malam sampai menjelang siang hingga sore hari.Tetapi tidak sampai terjadi antrean yang lama dan masih tergolong normal," terang Sugeng Purwono, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry, unit Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sejauh ini tidak ada penambahan kapal ferry yang dioperasikan. Sampai saat ini pihak ASDP mengoperasikan 20 kapal untuk sandar di tiga dermaga tiga movile bridge (MB) dan ponton serta 12 kapal di dermaga LCM atau Landing Craft Macine.

Baca juga:
Pastikan jalur mudik tak ada lubang, Bina Marga buat 45 posko
Gubernur Jabar: Saya melarang mobil dinas dipakai mudik PNS
Suzuki terus 'kawal' pelanggannya mudik aman dan nyaman
Konsisten sejak 2009, Daihatsu ajak klub Daihatsu mudik bersama
Menteri Basuki ubah seluruh gerbang tol jadi otomatis dalam 2 tahun

(mdk/noe)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com