Hadiri Hajatan Nikah di Rumah Makan, Puluhan Warga Garut Keracunan

Hadiri Hajatan Nikah di Rumah Makan, Puluhan Warga Garut Keracunan
Ilustrasi keracunan makanan. ©Shutterstock/DmitriMaruta
NEWS | 29 Juli 2021 11:07 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Puluhan warga Garut mengalami gejala keracunan sejak Rabu (28/7). Mereka mengalami kejadian itu seusai menghadiri hajatan keluarga di salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surachman membenarkan adanya kejadian keracunan itu.

"Sampai jam 6 pagi, ada 93 orang warga yang diketahui mengalami gejala keracunan," ujarnya, Kamis (29/7).

Dari 93 orang yang mengalami gejala keracunan, 28 orang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, sedangkan sisanya rawat jalan.

Asep menjelaskan, jika mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan, warga diduga mengalami gejala keracunan dari bahan pangan. "Di Permenkes, kalau lebih dari 3 orang dengan gejala yang sama, dengan makanan yang sama, dengan gejala muncul pada jam yang hampir sama itu sudah definisi keracunan pangan," jelasnya.

Untuk membuktikan penyebab utamanya, apakah dari bakteri atau bahan kimia, pihaknya menunggu pengujian sampel makanan dan muntahan di laboratorium. Hasilnya diperkirakan keluar dalam waktu beberapa hari.

Berdasarkan informasi dihimpun merdeka.com, hajatan pernikahan dilaksanakan di salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. Yang menikah merupakan warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Salah seorang keluarga yang hadir dalam kegiatan pernikahan, Asep (bukan nama sebenarnya), menyebut bahwa yang menikah adalah. Di rumah makan itu digelar akad nikah dan resepsi, namun waktu kedatangan tamu diatur sedemikian rupa.

"Jadi yang masak ya pihak yang punya rumah makan, jadi kaya pesan catering dan tempat. Nikah biasa, ada pelaminan dan lainnya," sebutnya.

Asep tidak menyangka kalau pernikahan saudaranya itu akan berakhir dengan tragedi keracunan. "Jadinya sekarang keluarga yang menggelar nikahan diperiksa oleh pihak kepolisian," ucapnya.

Warga lainnya, Laila menyebut bahwa temannya sempat hadir dalam kegiatan pernikahan yang digelar itu. "Sekarang teman saya sekeluarga mengalami keracunan karena hadir di sana pas kemarin," ucapnya.

Laila mengaku cukup heran dengan masih bisa digelarnya kegiatan pernikahan yang dihadiri lebih dari 20 orang di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bukan hanya di rumah makan, setahu dia, setiap pekan selalu ada yang melaksanakan resepsi pernikahan cukup meriah.

"Saya beberapa kali menerima undangan, pas saya tanya katanya yang diundang ratusan orang. Jadi aneh juga, diatur tapi bebas jadinya," ucapnya. (mdk/yan)

Baca juga:
4 Warga Sikka NTT Meninggal Dunia usai Makan Ikan Buntal
Kehausan dan Tak Fokus, Relawan PPKM Mikro Salah Minum Cairan Desinfektan
Polisi Sebut Napi Wanita Keracunan Karena Iseng Campur Desinfektan dengan Sari Buah
4 Polisi di Kupang Diduga Keracunan, Pemilik Usaha Bakso Kecewa Dihakimi di Medsos
Minum Disinfektan Campur Sari Buah, 19 Tahanan LP Perempuan Dirawat di RSUP Sanglah
8 Napi Wanita di Bali Minum Desinfektan Dicampur Nutrisari, 1 Tewas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami