Hanya di Rumah Sakit Ini Pasien yang Sembuh Diberi Manicure Pedicure Gratis

Hanya di Rumah Sakit Ini Pasien yang Sembuh Diberi Manicure Pedicure Gratis
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 01:10 Reporter : Roymond

Merdeka.com - Jika biasanya rumah sakit hanya menyediakan fasilitas pemeriksaan medis saja, namun lain halnya dengan rumah sakit yang ada di Kota Bengkulu. Rumah sakit yang dibangun dari APBD di Bengkulu ini, memiliki pelayanan tak biasa yakni menyediakan tempat salon kecantikan bagi para pasien.

Bagaimana tidak, Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Padang Jati, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu ini merupakan salah satu rumah sakit 'nyentrik' dengan pelayanan yang tidak biasa.

Mulai beroperasi pada Januari 2014 lalu, RSHD Kota Bengkulu memiliki cara tersendiri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pelayanan salon gratis bagi pasien yang telah selesai melakukan perawatan di RSHD.

Pelayanan salon gratis ini bermaksud agar pasien yang telah selesai melakukan pengobatan di rumah sakit ini dapat kembali dengan segar dan bugar. Hadirnya RSHD ini diharapkan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dapat menjawab keresahan masyarakat Bengkulu sehingga mereka dapat merasakan fasilitas gratis waktu berobat ke RSHD.

"Siapapun yang datang ke rumah sakit ini akan dilayani baik oleh dokter maupun perawatnya, dan ketika selesai berobat makan pasien akan mendapat pelayanan salon gratis supaya tetap segar bugar. Kami di sini melayani dengan sepenuh hati, bukan hanya melayani penyakitnya, kami juga melayani hatinya," ujar Helmi Hasan.

wali kota bengkulu lepas 3 pasien sembuh covid 19 di rshd

Wali Kota Bengkulu Menjenguk Pasien Covid-19 yang Sembuh©2020 Merdeka.com

Direktur RSHD Kota Bengkulu dr Lista Cerlyviera MM menambahkan, untuk salon dan perawatan, RSUD Kota Bengkulu menyediakan perawatan seperti facial, manicure, pedicure dan creambath. "Salon dan perawatan kesehatan gratis diperuntukkan bagi pasien kurang mampu yang kesembuhannya sudah mencapai 95 persen," tuturnya.

Sulastri (41) warga Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu menuturkan betapa terkejutnya dia ketika ditawarkan perawatan salon gratis oleh perawat di RSHD Kota Bengkulu. Dirasakan Sulastri pada Rabu siang tadi (5/8/2020) ketika hendak pulang dari RSHD Kota Bengkulu.

sulastri dan keluarga

Sulastri dan keluarganya ©2020 Merdeka.com

Sebelumnya Sulastri belum pernah berobat ke RSHD, ditambah lagi ia belum mengetahui jika ada salon gratis yang disediakan RSHD untuk warga yang kurang mampu.

"Selama tiga hari saya menjalani rawat inap di RSHD, pelayanan yang diberikan sangat ramah, baik perawat maupun dokter yang menangani secara langsung. setelah mendapat izin untuk kembali pulang ke rumah, saya terkejut ketika ditawarkan perawatan gratis oleh seorang tenaga medis di sana, sebab saya belum mengetahui jika ada fasilitas pelayanan salon gratis di RSHD. setelah saya creambath dan melakukan perawatan lainnya, saya langsung diberikan hadiah berupa kenang-kenangan dari RSHD," ungkap Sulastri ketika ditemui di rumahnya, Rabu (5/8/2020).

rsud kota bengkulu

©2020 Merdeka.com

Tak cuma Sulastri, Wahyuni (43) juga mengungkapkan rasa keistimewaan ketika berada di RSHD. "Kami sekeluarga tidak merasa di anak tirikan selama tiga hari berada di RSHD. perawat, dokter hingga petugas kebersihan semuanya bersikap ramah kepada kami pasien walaupun ini perdana kami berobat ke RSHD. ditambah lagi dengan fasilitas salon gratis yang diberikan, menjadi daya tarik tersendiri yang sulit dipisahkan dari RSHD Kota Bengkulu," ungkapnya.

Masyarakat yang berbahagia setelah berobat inilah yang menjadi alasan mengapa pelayanan di RSHD dibuat begitu berkesan. Seperti yang disampaikan Wali kota Helmi Hasan, bahwa RSHD Kota Bengkulu tidak hanya melayani penyakitnya saja, tapi juga hatinya. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami