Harapan dan Doa Ando, Si Pemuda Penjual Gorengan di Kota Bengkulu

Harapan dan Doa Ando, Si Pemuda Penjual Gorengan di Kota Bengkulu
PERISTIWA | 2 Agustus 2020 13:33 Reporter : Roymond

Merdeka.com - Pemuda 19 tahun ini memendam cita cita yang besar. Di sela harus memenuhi kebutuhan hidup sebagai tulang punggung keluarga, dia juga harus mencari rupiah untuk biaya pendaftaran kuliahnya di Perguruan Tinggi Negeri PTN di Kota Bengkulu.

Ando, begitu ia biasa di sapa oleh masyarakat Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Keseharian pemuda ini adalah sebagai penjual gorengan. Inilah satu satunya usaha peninggalan almarhum bapaknya.

Rumahnya tak jauh dari tempat dia berjualan gorengan. Saat masih hidup, bapak Ando berhubungan dekat dengan si pemilik pelataran rumah tempat gerobak gorengan miliknya diparkirkan setiap malam.

Terkadang dia tak sendiri berjualan gorengan. Adik perempuannya kerap kali ingin ikut sang kakak menawarkan gorengan kepada calon pembeli. Sedangkan adik perempuan yang bungsu berada di rumah menemani sang ibu.

Ando adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Sebagai kakak dari kedua adik perempuannya dia harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari. Ibunya adalah seorang janda berusia 45 tahun, namun belakangan ini ibunya sering sakit sakitan.

Sebagai anak pertama Ando tidak ingin ibunya bekerja terlalu berat sebab dokter telah menganjurkan ibunya untuk beristirahat di rumah. Sejak meninggalnya bapaknya, Ando harus menanggung seluruh biaya hidup sehari-hari keluarganya. Dari membeli beras, sayur mayur, tagihan listrik hingga biaya sekolah adik adiknya. Kendati demikian, dia harus lebih giat lagi mencari uang untuk biaya pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri di Bengkulu.

Dalam satu malam berdagang dia dapat meraup untung lima puluh sampai tujuh puluh ribu rupiah. Namun baginya itu masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan penjual gorengan di lokasi yang berbeda.

Dia seringkali mengeluhkan debu jalanan yang setiap waktu akan mengotori dagangannya. Berjualan di pinggir jalan memang risiko, setiap kendaraan yang melintasi jalan tersebut kerapkali menimbulkan debu yang berterbangan.

Tapi sekarang dia dapat tersenyum dengan lebar, sebab jalan yang menjadi tempat mencari nafkah sehari hari akan disulap menjadi mulus. Dengan ini keresahan yang dia rasakan selama ini akan menghilang. Tempat Ando berjualan sudah terkena dampak dari pembangunan 1001 jalan mulus yang merupakan program Pemerintah Kota Bengkulu.

Secercah harapan dan doa yang dia nantikan selama ini akhirnya dapat terwujud melalui kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu untuk membangun akses jalan yang layak di tempat dia tinggal dan mencari nafkah.

Dia pun sangat berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mendengarkan doa yang berasal dari keresahan hatinya sejak lama. Dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Bengkulu terutama Wali Kota Bengkulu yang telah merealisasikan program 1000 jalan mulus di daerah Kota Bengkulu.

Banyak kata yang mungkin tidak dapat dia ucapkan secara langsung, namun dari raut wajahnya sangat bangga memiliki sosok seorang pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyatnya.

Mulai hari ini, banyak harapan baru yang dia miliki dan salah satu impian terbesarnya adalah meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri di Kota Bengkulu. Ando berharap kelak ketika sukses dia dapat membiayai pendidikan adik-adiknya ke jenjang perkuliahan. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami