Hardiknas, Kemendikbud Bahas Pembangunan SDM dengan Sistem MGMP

PERISTIWA | 30 April 2019 09:04 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Talkshow Pendidikan Forum Panggung Publik Hari Pendidikan Nasional 2019 dengan tema 'Pembangunan Sumber Daya Manusia' di Plaza Insan Berprestasi Komplek Kemendikbud Jakarta Selatan, Senin (29/04).

Acara yang menjadi bagian dari memperingati Hari Pendidikan Nasional ini memaparkan tujuan terciptanya generasi emas Indonesia 2045 yang Cerdas, Kreatif, Innovatif, Produktif, Berkarakter Kuat, Damai dalam Berinteraksi Sosial, Sehat dan Menyehatkan, dan Berperadaban Unggul.

Acara ini menghadirkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Supriano, M.Ed, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Suyanto, Ph.D, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, perwakilan dari Innovation for Indonesia's School Children - Australia Indonesia Partnership, Mark Heyward PhD Perwakilan dari SEAMEO REFCON (Southeast Asian Ministers of Education Organization), dan perwakilan dari Direktur Pembinaan SMK sebagai narasumber.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Supriano, M.Ed mensosialisasikan program pembangunan sumber daya manusia dengan sistem MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)nya melalui sistem zonasi melalui paparannya mulai dari pelaksanaan proses pembelajaran, perbaikan kualitas pembelajaran, alur pembelajaran zonasi, grand design implementasi kurikulum 2013, strategi, hingga integrasi antara kompetensi dasar dengan PKB Guru dan UN/USBN demi menyambut tantangan revolusi industri 4.0.

"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan gambaran nyata serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan serta pembentukan karakter para generasi emas di Indonesia," kata Supriano di Jakarta.

Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ini diharapkan adanya perubahan bagi para guru khususnya pada pelatihan. Untuk itu, sosialisasi mengenai pergeseran pelatihan yang tadinya difokuskan di pusat, nantinya akan difokuskan di zonasi melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang berperan sebagai wadah guru untuk saling bertukar informasi tentang pembelajaran.

MGMP ini dimaksudkan dari guru untuk guru. Para guru juga diharapkan dapat meningkatkan pedagogik dalam proses pembelajaran di kelas, bagaimana cara mendelivery kepada anak-anak didiknya dengan sistem pembelajaran di abad 21. Sistem MGMP dengan sistem zonasi ini dinilai sangat efekif, karena akan terlihat permasalahan mengenai pembahasan materi pembelajaran di kelas.

(mdk/ded)