Hari Anti Narkotika Internasional, JK Ingatkan Masyarakat Bantu BNN Berantas Narkoba

PERISTIWA | 26 Juni 2019 11:18 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) di Gedung Tri Brata, Jalan Dharamawangsa, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya JK menjelaskan Hani diperingati dengan penuh keprihatinan, lantaran masih banyak pengguna narkoba yang ada di Indonesia. Sebab itu, JK meminta kepada seluruh masyarakat agar bisa membantu memberantas narkoba di Indonesia maupun dunia.

"Hari ini seperti disampaikan ketua BNN ialah penuh keprihatinan, tapi keprihatinan tentu juga disertai harapan bahwa atas kerja keras kita semua, kita dapat mengatasi atau setidak-tidaknya mengurangi daripada masalah narkoba atau narkotik ini," kata JK di Gedung Tri Brata, Jalana Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

JK menjelaskan narkoba memiliki dampak candu. Dan bisa membuat semua akan hancur. Di dunia pun seperti itu, mulai dari Amerika, Eropa, dan Asia. Sumber-sumber narkotik berbagai tempat. Mulai dari golden triangle : Laos, Thailand, Myanmar. Selanjutnya Afghan, di Iran, Amerika Latin: Kolombia-Meksiko.

Barang haram tersebut juga datang China dan Eropa ada pula negara lain. Hal tersebut kata JK menandakan jaringan narkoba sangat luas. Dampaknya narkoba sangat luas, mulai dari kesehatan, hukum, ekonomi, hingga masalah keluarga.

"(Narkoba) bisa menghancurkan suatu negara tapi bisa juga memakmurkan orang-orang tertentu, genk-genk tertentu," ungkap JK.

Tidak kalah penting, masalah masa depan suatu bangsa juga akan terganggu. Sebab itu JK meminta kepada seluruh masyarakat harus bisa bekerja sama dengan BNN untuk mengatasi pencegahan narkoba.

"Oleh karena itu, maka kita berusaha, harus upaya bersama. tanpa upaya bersama tentu kita tidak mungkin mengatasinya. sehebat apa pun kita berterima kasih kpd BNN yang telah berusaha keras, namun BNN tidak bisa berdiri sendiri," ungkap JK.

(mdk/ded)