Hari-hari Berkesan Jokowi 5 Tahun Jadi Presiden RI

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 16:26 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan sejumlah menteri dan kepala badan di Istana Negara siang ini. Pertemuan ini sekaligus silaturahmi sekaligus perpisahan karena tanggal 20 Oktober mendatang segera dilantik Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.

Ibu Negara Iriana Widodo dan istri Wapres JK juga hadir. Begitu juga seluruh menteri dan kepala badan di Kabinet Kerja tampak hadir semua.

Pantauan merdeka.com, acara didahului dengan Salat Jumat berjemaah, kemudian makan siang bersama dan pidato singkat dari Jokowi. Acara sempat diisi sesi nyanyi bersama sejumlah menteri.

Selesai acara, Jokowi dan JK sempat menyapa wartawan. "Ini silaturahmi yang terakhir dengan bapak JK beserta para menteri, stafsus dan utusan khusus yang kita lakukan dengan sederhana karena kita telah 5 tahun bekerja bersama-sama sehingga acara hari ini adalah acara ya kalau perpisahan kan bukan perpisahan karena setiap hari kita mungkin masih sering bertemu," kata Jokowi, Jumat (18/10).

Dia menceritakan suasana kerja bersama para menterinya di lima tahun terakhir. Menurutnya, setiap hari sangat spesial.

"Setiap hari kan spesial terus. Tidak ada yang tidak spesial. Spesial pusing, spesial kejar-kejaran dengan waktu, spesial terus karena setiap hari kita selalu memiliki persoalan, memiliki masalah yang belum diselesaikan, hampir setiap hari selalu ada," katanya.

Meski demikian, dia sangat menikmati semua proses yang berjalan. Sebab masa lima tahun bukan waktu yang panjang untuk menyelesaikan program-program yang telah dirancang.

"Kejar-kejaran waktu kan sangat penting dalam rangka mempersiapkan, antisipasi sebuah masalah yang ada," katanya.

Apalagi, katanya, pemerintah harus bekerja dengan target. Sehingga apa yang dikerjakan bisa selesai tepat waktu. Meski Jokowi menyadari, setiap masa mempunyai tantangan berbeda.

"Saya kira bekerja dengan target ya, bekerja dibatasi waktu, kalau kita targetkan dan selesai itu yang kita inginkan, tapi yang kita targetkan tapi belum selesai itu yang menurut saya perlu dikoreksi perlu dievaluasi hambatan ada di mana, problem ada di mana, saya kira itu yang akan kita perbaiki ke depan," katanya.

"Tetapi memang setiap masa itu tantangannya berbeda sehingga juga memerlukan kepemimpinan di setiap kementerian yang mungkin juga bisa berbeda. Seperti 5 tahun ke depan kita ingin fokus ke pengembangan SDM ya semua kementerian mesti arahnya akan ke sana," tutup Jokowi.

Baca juga:
Foto Perpisahan Kabinet Kerja, Luhut Telat Datang, Wiranto Tak hadir
Ini Susunan Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober
Moeldoko Sebut Jokowi akan Tagih Perkembangan Kasus Novel ke Polri
Ditunjuk Prabowo Jadi Calon Menteri Jokowi, Ini Profil & Riwayat Karier Edhy Prabowo
Jelang Pelantikan Presiden, KMPI Ingin Serahkan Sabuk Nusantara ke Jokowi
PDIP Nilai Kepuasan Publik Tinggi ke Jokowi Bentuk Optimisme Sambut Periode Kedua
Survei Parameter: Mayoritas Publik Tak Ingin Gerindra Merapat ke Jokowi

(mdk/lia)