Hari ini, Djoko Tjandra Jalani Sidang Putusan Sela Kasus Surat Jalan Palsu

Hari ini, Djoko Tjandra Jalani Sidang Putusan Sela Kasus Surat Jalan Palsu
PERISTIWA | 27 Oktober 2020 12:12 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Sidang lanjutan perkara kasus surat jalan palsu Djoko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (27/10).

Ketiga terdakwa yakni Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dan Brigjen Prasetijo Utomo akan jalani sidang dengan agenda putusan sela hakim atas eksepsi atau nota keberatan dari para terdakwa.

"Iya benar, hari ini agenda putusan sela dan sedang berlangsung untuk ketiga terdakwa," kata Andi Putra Kusuma selaku kuasa hukum dari Djoko Tjandra saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa ketiga tersangka yakni Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dan Brigjen Prasetijo Utomo dengan dakwaan pemalsuan surat jalan dan dokumen untuk kepentingan Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia.

"Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto alias Joe Chan bin Tjandra Kusuma bersama-sama dengan Anita Dewi A Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo telah melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak," kata jaksa penuntut umum (JPU) Yeni Trimulyani dalam bacaan surat dakwaan,di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10).

Yeni mengatakan, perkara pemalsuan surat jalan tersebut bermula pada saat tersangka Djoko Tjandra yang mengetahui dirinya berstatus daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus hak tagih Bank Bali sejak 2009 pada sistem pencegahan di Direktorat Jendral Imigrasi.

Guna terlepas dari DPO, Djoko Tjandra akhirnya memutuskan untuk memakai jasa Anita Kolopaking sebagai kuasa hukumnya. Ia mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung terhadap putusan Nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009.

"Saat itu saksi Anita Kolopaking menyetujui, untuk itu dibuatlah surat kuasa khusus tertanggal 19 November 2019," katanya.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya pada April 2020 sebagai...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami