Hari Ke-2 PSBB Palembang, Masih Banyak Ditemukan Pelanggaran

Hari Ke-2 PSBB Palembang, Masih Banyak Ditemukan Pelanggaran
PERISTIWA | 22 Mei 2020 00:03 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Di hari ke-2 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang, masih banyak ditemukan pelanggaran. Belum dikenakan sanksi tetapi menjadi ancaman bagi pelanggar untuk tidak mengulangi kembali.

Pelanggaran itu diketahui dari hasil checkpoint di beberapa tempat di kota itu, Kamis (21/5). Umumnya petugas menemukan banyak pemotor yang berboncengan bukan berasal dari satu alamat sesuai kartu identitas penduduk (KTP).

"Hari ini ada ratusan pelanggaran untuk kategori berkendara dengan berboncengan tidak satu alamat," ungkap Kabid Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang Marta Edison.

Pada tahap awal, pelanggar belum dikenakan sanksi baik sosial maupun denda. Mereka masih diberikan waktu untuk mengubah perilaku disiplin berkendara pada masa pandemi.

"Ya, untuk sementara dijelaskan kepada pelanggar apa-apa saja yang tidak boleh. Tapi setelah lebaran nanti baru ditindak," tegasnya.

Dia mengungkapkan, sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar tersebut mulai dari penahanan KTP, membersihkan fasilitas publik, dan denda sebesar Rp250 ribu. Efektivitas PSBB menurut dua tergantung dengan pola aktivitas masyarakat.

"Sanksi tidak akan dikenakan jika tidak melanggar. Mari sama-sama terapkan aturan pemerintah agar pandemi segera berakhir," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Mempersiapkan New Normal Life

Wakil Gubernur Sumsel mengungkapkan, wilayahnya kini menjadi daerah terbanyak terjadi kasus positif Covid-19 di pulau Sumatera dan peringkat ketujuh secara nasional yang berjumlah 674 orang yang tersebar hampir di 14 kabupaten/kota dan 72 kecamatan. Kasus itu didominasi lima daerah, yakni Palembang (380 kasus), Lubuklinggau (50), Ogan Komering Ilir (31), Ogan Ilir (45), dan Prabumulih (45).

"Tingkat penyebaran Corona di Sumsel cukup tinggi. Sampai hari ini ada 674 kasus positif," ungkap Mawardi, Kamis (21/5).

Sementara tiga kabupaten lain, yakni Ogan Komering Ulu Selatan, Penjual Abah Lematang Ilir, dan Empat Lawang, hingga saat ini masih bebas Covid-19. Ketiga daerah ini harus tetap konsisten dan mewujudkan tahapan new normal life (tatanan hidup normal baru) tanpa mengesampingkan kewaspadaan dan produktivitas perekonomian masyarakat.

"Di Sumsel ada tiga kabupaten yang bebas Covid-19. Harus mewujudkan tahapan new normal lagi," ujarnya.

Untuk melakukan hal itu, harus dilakukan evaluasi kondisi dan pra kondisi daerah masing-masing dengan cara menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menurutnya, perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19, juga ada di tangan kepala daerah. Sebab,mereka adalah ujung tombak dan yang paling mengetahui data dan karakter masyarakatnya serta simpul-simpul wilayah.

"Kepala daerah adalah ujung tombak pencegahan Covid-19, Pemprov Sumsel siap berperan sebagai koordinator dan fasilitator," tegasnya.

"Untuk daerah yang sudah terpapar, diperlukan kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemimpin, harus satu misi, kompak, dan tak bosan untuk mengikuti protokol Covid-19," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Bima Arya Harap RW Siaga Cegah Pemudik
Suasana PSBB di Bandung Jelang Lebaran, Warga Antre di Outlet Baju Hingga Kantor Pos
Kepala Bappenas Sebut Jakarta Sudah Masuk Kriteria Pelonggaran PSBB
Insiden Adu Pukul Pelanggaran PSBB di Surabaya Berujung Laporan Polisi
PSBB, Pengendara Wajib Tunjukkan Surat Izin Keluar Masuk Ibu Kota

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami