Hari tanpa bayangan, santri di Solo luncurkan 1.000 roket air

PERISTIWA | 1 Maret 2013 16:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menandai fenomena hari tanpa bayangan yang terjadi di Solo, Jumat (1/3) siang, sekitar pukul 11.46 Wib, santriwan - santriwati Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, meluncurkan 1.000 roket air ke udara, tepat ketika bayangan menghilang. Roket air yang diluncurkan tersebut terbuat dari botol yang diisi air kemudian dipompa sehingga bisa meluncur ke udara sehingga airnya akan tumpah ke bawah.

Pengasuh CASA (Club Astronomi Santri Assalam) Ponpes Modern Islam Assalam Solo, AR Sugeng Riyadi, mengatakan untuk mengamati fenomena tersebut, pihaknya melibatkan sekitar 40 santri CASA, Kementerian Agama (Kemenag) Solo dan Rukhyatul Hilal Indonesia (RHI) Yogyakarta.

"Kita bisa buktikan secara sederhana, yakni dengan melakukan eksperimen jam Matahari. Caranya dengan menegakkan tongkat/spidol di sebuah meja atau bidang datar yang disinari Matahari dan kemudian mengamati bayangannya. Kalau kita berdiri di bawah matahari, bayangan kita tepat berada di bawah kita sehingga seolah-olah bayangan itu tidak ada," ujar Sugeng kepada wartawan, di Komplek Observatorium Ponpes Modern Islam Assalam (PPMI) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Solo, Jumat (1/3).

Sementara pada pagi dan sore hari, bayangan Matahari akan tetap bisa dilihat dengan melakukan eksperimen sederhana yang sama. "Secara ilmiah, hari tanpa bayangan sering disebut sebagai Transit Utama, yakni saat Matahari berada di titik zenith sebuah tempat. Fenomena ini dapat kita saksikan setiap tanggal 13 Oktober dan 1 Maret," tambahnya.

Selain di Ponpes Assalam, pantauan merdeka.com, fenomena alam yang terjadi hanya beberapa menit tersebut juga dimanfaatkan oleh beberapa warga, untuk membuktikan dan mengabadikan kejadian langka tersebut. (mdk/has)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.