Harimau Kembali Tewaskan Petani di Pagaralam, Korban Tinggal Kaki dan Tulang

PERISTIWA | 5 Desember 2019 18:05 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Serangan harimau Sumatera kembali terjadi di wilayah Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan. Seorang petani bernama Yanto (39) tewas diterkam satwa dilindungi itu dan hanya menyisakan kaki dan tulang-tulang.

Korban ditemukan di kebun miliknya di Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam, Kamis (5/12). Mayatnya kini telah dievakuasi ke rumah duka di Desa Karang Dalam, Lahat.

Korban pamit pergi ke kebunnya, Senin (2/12). Lantaran mertuanya meninggal dunia, keluarga beberapa kali menghubungi korban menyuruh pulang.

Namun, korban tak kunjung pulang. Keluarga pun meminta kerabatnya di Pagaralam untuk mencari korban. Korban pun ditemukan tewas mengenaskan di dekat sepeda motor dan kopi yang telah dipanennya.

1 dari 1 halaman

Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi Jaya menjelaskan, mayat korban sudah rusak. Hanya menyisakan kaki utuh dan tulang-tulang yang diduga usai dimakan harimau.

"Dugaan kuat korban dimakan harimau dilihat dari bekas gigitan. Lagi pula sepeda motor dan kopi habis dipanen masih ada di lokasi," ungkap Zaldi.

Dijelaskannya, evakuasi korban terbilang cukup sulit. Petugas harus menuruni perbukitan selama satu jam perjalanan. Setelah dilakukan visum di rumah sakit, mayat korban dibawa ke rumah duka.

"Kami minta warga waspada, hindari dulu menginap di kebun karena teror harimau masih terjadi," pungkasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Teror Serangan Harimau di Gunung Dempo, 1 Warga Tewas dan 2 Terluka
Harimau Sumatera Melintasi Perkebunan Sawit di Kampar
Kabur Memanjat Pohon, Warga Pagaralam Selamat dari Terkaman Harimau
Seorang Warga Pagaralam Luka-luka Diduga Diserang Harimau
Jejak Kaki Harimau Bikin Resah Warga Riau, BBKSDA Riau Turunkan Tim
Jejak Kaki Harimau Sumatera Ditemukan di Pagaralam, Warga Diimbau Waspada

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.