Haru, Warga Beri Dukungan Pasien Positif Dijemput Satgas Situbondo untuk Dikarantina

Haru, Warga Beri Dukungan Pasien Positif Dijemput Satgas Situbondo untuk Dikarantina
PERISTIWA | 30 Mei 2020 20:02 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Sebanyak 49 warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani rapid test dijemput oleh Satuan tugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Situbondo. Mereka tersebar di tiga desa, yaitu Desa Olean, Kecamatan kota Situbondo; Desa Tenggir, Kecamatan Panji; serta Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan.

Warga tersebut akan menjalani isolasi sambil menunggu hasil tes swab keluar. Mereka merupakan klaster Jemaah Masjid Olean.

Sebelumnya dari kluster masjid Olean itu, sudah terdapat dua orang yang meninggal. Mereka adalah pria berinisial A (56) yang meninggal Jumat (29/05) kemarin, serta seorang ibu hamil tujuh bulan berinisial S (28) yang meninggal kamis (28/05) kemarin.

Selain pasien reaktif, Satgas juga menjemput dua pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Suasana penjemputan pasien positif berinisial A dan D di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan berlangsung haru.

Warga satu kampung ikut mengantarkan dua pasien ke atas kendaraan yang dipersiapkan tim gugus tugas. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral.

"Kita sedari awal terus memberi dukungan moral. Selama melakukan karantina di rumah warga ikut membantu memenuhi kebutuhan dua pasien setiap hari," kata Suniman, Ketua RT setempat

Suniman menjelaskan, semula kedua warganya itu dinyatakan reaktif. Sejak itu pula, A dan D selalu mematuhi anjuran pemerintah untuk isolasi diri di dalam rumah. Selama berdiam diri di rumah, para tetangga bahu membahu turut membantu memenuhi kebutuhan A dan D.

"Kita selalu berdoa semoga cepat sembuh dan bisa berkumpul dengan kami lagi. Semoga Covid-19 ini segera usai," papar Suniman.

Selain A dan D, Satgas juga menjemput empat pasien lain yang sebelumnya isolasi mandiri. Enam orang itu dijemput karena hasil swab menunjukkan mereka positif. Enam pasien positif ini juga berasal dari kluster yang sama, yakni Klaster Masjid Olean.

Enam pasien positif ini kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoer Rahem Situbondo. Sedangkan pasien reaktif di karantina di Hotel Sidomuncul 1, kawasan objek wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Selain itu, dari puluhan pasien reaktif yang dijemput untuk di karantina terdapat juga istri dan anak pasien A yang kemarin meninggal. Pasien A terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal setelah sembilan hari menjalani perawatan.

"Kita juga sudah dan akan terus melakukan sosialisasi secara humanis meminta dukungan semua pihak. Penjemputan pasien ini semata-mata kita lakukan untuk mencegah virus Covid-19 tak semakin menyebar luas," ujar Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, Sabtu (30/5) dini hari.

Hingga kini jumlah pasien positif Covid-19 di Situbondo mencapai 20 orang, terdiri dari 11 orang sembuh, tujuh orang opname di rumah sakit serta dua meninggal dunia. Klaster jemaah tarawih di Masjid Baitur Rahman, Desa Olean, Kecamatan kota Situbondo merupakan penyumbang terbesar angka pasien positif Covid-19 di Situbondo. (mdk/lia)

Baca juga:
2 Pasien Covid-19 di Situbondo Meninggal Dunia, 1 di Antaranya Hamil 7 Bulan
Masa Isolasi Berakhir, 6 Warga Situbondo Sembuh dari Corona
4 Warga Situbondo Positif Corona Dinyatakan Sembuh
Pasien Positif Corona di Situbondo Bertambah, Pemkab Usulkan Penambahan RS Rujukan
Bocah di Situbondo Tewas Terjepit Komidi Putar

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5