Hasil Autopsi Bangkai Gajah Tanpa Kepala, Ditemukan Racun di Pencernaan

Hasil Autopsi Bangkai Gajah Tanpa Kepala, Ditemukan Racun di Pencernaan
Seekor Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Aceh Timur, Diduga Dibunuh Pemburu Gading. ©ANTARA/HO BKSDA
NEWS | 12 Juli 2021 18:48 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mitra menemukan zat racun saat melakukan nekropsi atau autopsi bangkai gajah sumatra (elephas maximus sumatramus) tanpa kepala di Kabupaten Aceh Timur.

"Berdasarkan hasil nekropsi, kami mendapatkan perubahan organ di beberapa bagian alat pencernaan. Kami menemukan zat diduga racun," kata anggota tim kesehatan hewan BKSDA Aceh Rosa Rika Wahyuni di Aceh Timur, Senin (12/7). Dikutip dari Antara.

Namun untuk mengetahui kepastian penyebab pasti kematian gajah jantan tersebut dibutuhkan pemeriksaan di laboratorium forensik.

"Benda asing yang ditemukan itu beserta sejumlah sampel dari organ tubuh gajah akan dikirim ke pusat laboratorium forensik. Hasil uji laboratorium forensik nantinya akan mengetahui jenis racun dan unsur kandungan dari racun tersebut," terangnya.

Sebelumnya, Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan gajah jantan tersebut ditemukan mati di kawasan Jambo Reuhad, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (11/7).

"Setelah kami menerima informasi dari kepolisian ada seekor gajah mati, kami langsung mengerahkan tim ke lokasi. Dugaan sementara, gajah tersebut mati karena perburuan gading," kata Agus Arianto.

Menurut dia, jika melihat fisiknya saat ditemukan, pelaku memotong kepala gajah liar tersebut dan membawa ke tempat lain untuk mengambil gadingnya.

"Namun ini dugaan sementara. Untuk pastinya akan dilakukan olah tempat kejadian perkara serta nekropsi atau sutopsi guna memastikan penyebab kematian gajah tersebut," kata Agus Arianto.

Agus Arianto mengatakan selain tim BKSDA, Polres Aceh Timur dan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga turun ke lokasi menyelidiki penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

"Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Balai Gakkum untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan sementara, karena perburuan," kata Agus Arianto.

Agus Arianto mengatakan gajah sumatra merupakan satwa liar dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra. Satwa tersebut masuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

Baca juga:
Seekor Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Aceh Timur, Diduga Dibunuh Pemburu Gading
Gajah di Aceh Mati Diduga Terjangkit Virus
Gajah Betina Berusia 45 Tahun Ditemukan Mati di Pelalawan
Bangkai Gajah Betina Ditemukan di Hutan Produksi Air Teramang Bengkulu
Gajah Mati di Bener Meriah Aceh Diduga Akibat Keracunan Pupuk
18 Gajah Liar di India Mati Tersambar Petir

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami