Hasil Labfor, Ada Gagal Konstruksi di Bangunan SDN Gentong yang Atapnya Ambruk

PERISTIWA | 9 November 2019 14:41 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Penelitian hasil laboratorium forensik Polda Jatim telah selesai. Hasilnya cukup mengejutkan, yakni konstruksi pada bangunan SDN Gentong Pasuruan Kota dianggap sebagai produk gagal. Alhasil, bangunan pada sekolah tersebut sebelumnya telah diprediksi bakal ambruk sewaktu-waktu.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, berdasarkan hasil laporan dari laboratorium forensik Polda Jatim, konstruksi pada bangunan SD Gentong Pasuruan Kota, dinyatakan sebagai produk yang gagal konstruksi.

Kapolda bahkan menyebut jika konstruksi pada sekolah itu ngawur dan hanya tinggal menunggu waktu rubuhnya bangunan.

"Laporan dari Labfor, ini konstruksi bangunan ini, sudah gagal konstruksi dan ngawur. Tinggal tunggu robohnya," katanya, Sabtu (9/11).

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bangunan tersebut sudah dinyatakan tidak sesuai dengan spesifikasi. Sehingga, mengacu dari laporan ini, pihaknya akan mendalami adanya dugaan tindak pidana korupsi.

"BPK sudah menyampaikan, seperti ini tidak sesuai dengan spek (spesifikasi). Karena sesuatu hal itu lah yang akan kita dalami," tambahnya.

Terkait dengan temuan itu, Kapolda mengatakan jika tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus ini akan dapat bertambah. "Bisa, bisa bertambah yang jelas," tegasnya.

Sebelumnya, dalam kasus ambruknya atap bangunan SD Gentong Pasuruan Kota, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi.

Keempat orang yang telah diperiksa polisi itu antara lain RTH, Pegawai Dinas Pendidikan Kota Pasuruan yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen saat ini.

Lalu LS, Direktur CV Andalus; SSM, selaku Direktur CV DHL Putra; dan terakhir MR, selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada 2012 lalu untuk rehabilitasi gedung SDN Gentong. Keempat orang saksi tersebut telah dimintai keterangannya sejak Rabu (6/11) kemarin.

Dari pemeriksaan itu, polisi sudah menetapkan dua orang kontraktor pengerja proyek pembangunan SDN Gentong Pasuruan Kota sebagai tersangka.

Baca juga:
Praktik Korupsi SDN Gentong Pasuruan Terjadi saat Proses Rehab Bangunan
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk Tewaskan Guru & Murid
Polisi Tetapkan 2 Kontraktor Sebagai Tersangka Ambruknya Atap SD di Pasuruan Kota
Pengusaha Dorong Penggunaan Baja Ringan Wajib SNI dan Sertifikasi Tenaga Konstruksi
Polisi Usut Dugaan Korupsi Terkait Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk
Produsen Baja Ringan Sayangkan Insiden Ambruknya Atap SDN Pasuruan

(mdk/rhm)